Mobil
The Skippers
Heeseung
menyetir mobil dengan kecepatan sedang. Phillip, Jay, dan Cory tidur dengan
tenang. Colton duduk dipojokan dengan wajah kesal. Ia memakai topi untuk
menutupi rambutnya yang aneh akibat ulah Heejun. Heejun duduk dikursi sebelah supir
sambil memegangi wajahnya yang babak belur setelah dikeroyok Heeseung, Phillip,
Jay, Colton dan Cory.
“Ibu
tiri hanya cinta kepada ayahku saja…” Heejun menyanyi dengan gaya sedih,
memecahkan sepi.
“BERISIIIIIK!!!”
teriak Phillip, Jay, Colton dan Cory kompak.
“Mengapa
selalu aku yang mengalah… tak pernahkah kau berfikir sedikit tentang
diriku…” isak Heejun lebay.
“DIAAAAAAAAAMMMM!!!!!!!!!”
teriak Phillip, Jay, Colton dan Cory kompak.
Heeseung
tertawa melihat tingkah laku adiknya sambil terus berkonsentrasi menyetir.
“Hahahahahaha…”
“Ketawa
lagi lu Hyung, lagi nyetir jangan ketawa lu sipit!! Nabrak ntar gara – gara lu
ketawa mata lu yang sipit jadi merem terus ga liat jalan!!”
“Ya
elah Dong, sensitive amat lu, lu kan lebih sipit dari gue, gue turunin di jalan
nih?!”
“…”
Heejun cemberut.
Mobil Westlife
Didalam
mobil yang membawa Ronan, personil Westlife, Jade dan seorang supir.
Ronan duduk di sebelah supir. Nicky, Jade, Mark duduk dibangku tengah.
Brian, Shane, Kian duduk dibangku paling belakang. Shane melanjutkan tidurnya.
Brian mendengarkan music dari HPnya. Kian memainkan HPnya. Nicky meihat
jalanan. Mark menatap Jade. Jade focus melihat kedepan. Sesekali, menengok ke
arah Mark dan membalas tatapan Mark dengan tatapan kesal.
“Oh
iya gue lupa! Ini Jade, manager baru kalian.” Ronan membuka pembicaraan.
“Hai
Jade, gue Mark! Personil paling muda sekaligus paling tampan diantara semua.”
“Mulai
lagi Mark.” Kian, Brian, dan Nicky kompak.
“Nicky,
tukeran tempat! Gue udah ga tahan!”
“Ga
mau! Kalo duduk sebelah Mark, entar dia tiba – tiba tidur dipundak gue susah
banguninnya! Mark kan kalo tidur kayak orang mati!”
“Kalo
tau gini gue mending naik taksi aja!” teriak Jade sambil memasang headphone dan
memasang music dari iPod.
“Tenang
aja. Selama ada Mark semua aman.”
“Justru
lu kali yang bikin ga aman!” Kian, Brian, dan Nicky kompak.
Kantor
Production House Para ‘Ga’ Normal Activity
Mobil
the Skipper sampai dikantor. Setelah Heeseung memarkirkan mobil, semua personil
the Skippers turun. Mereka tampak bingung.
“Kita
ngapain ke PH?!” Tanya Cory polos.
“Pasti
gue mau ditawarin film!” celetuk Heejun.
“Ga
mungkin lah! Kalo lu doang yang ditawarin film mana mungkin semuanya diajak?!”
jawab Phillip.
“Udah
yu, cepetan masuk! Gue mules mau ke toilet!” potong Jay.
“Kebiasaan
lu Jay! Pantesan aja ada bau – bau aneh dari tadi!” kata Colton sambil menutup
hidungnya.
“Udah
– udah, masuk yu!” Heeseung menengahi.
Jay
langsung berlari kedalam kantor PH. Colton, Cory, Phillip berjalan menuju
kantor. Heejun dan Heeseung berjalan dibelakang.
“Hyung,
sebenernya kita mau ngapain sih??”
“Udah
lah Dong, ntar juga tau!”
“Ih,
Hyung gitu! Suka maen rahasia – rahasiaan!”
Tak
lama kemudian, mobil Westlife datang. Mark baru membuka pintu ketika Jade
menendangnya sampai terjatuh dari mobil.
“Aw,
pelan – pelan dong. Gue kan mau nolongin lu turun dari mobil.”
“Ga
usah! Gue bisa turun sendiri!!! DON’T DISTURB ME!!”
Jade
langsung berjalan ke kantor tanpa menunggu yang lainnya. Mark masih terduduk
ditanah melihat kearah Jade.
“Baru
kali ini ada cewe yang nolak gue! Gue jadi tambah suka sama dia!”
“Mark,
kalo sampai Jade ngambek gara – gara lu gangguin terus, lu gue pecat!! Susah
tau cari calon sarjana music yang mau jadi manager boyband yang personilnya
kayak lu semua!” Ancam Ronan.
Ronan
pergi meninggalkan Mark yang masih duduk di tanah. Nicky turun dari mobil,
diikuti Shane, Kian, dan Brian.
“Waw,
calon sarjana music?! Tambah tertarik gue sama dia”.
Shane
dan Nicky membantu Mark berdiri.
“Mark,
lu iseng banget lagi, manager baru udah lu ganguin.” Ujar Nicky.
“Sepertinya
aku jauh cinta” teriak Mark saat dia sudah berdiri.
“Lu
sih tebar pesona mulu kerjanya. Sekalinya beneran suka beneran, dianya ga mau
sama lu” komentar Kian.
“Gue
ga suka tebar pesona, Brian tuh yang suka tebar pesona!”
“Kok
gue?!” Brian kaget.
“Udah
woi! Entar kakaknya Nicky, eh Ronan maksud gue, tambah ngamuk lagi gara – gara
kia lama. Dipecat kita entar, kalo jadi pengangguran gimana?!” potong Shane.
“Ronan
bukan Kakak gue!!.”
Ruang
tunggu
The
Skippers, minus Heeseung yang sedang berada diruang meeting, sedang santai di
ruang tunggu kantor. Jay, Cory, Colton sedang duduk disofa yang sama. Jay
sedang mendengarkan music dari iPodnya, jari Jay mengikuti ketukan piano dari
lagu yang dia dengarkan. Cory membaca koran hari ini. Colton sedang membalas
mention di twitternya. Heejun dan Phillip sedang bermain bekel dilantai. Ronan
masuk bersama Jade menuju ruang meeting. Jay, Cory, Colton, Phillip dan Heejun
terdiam melihat Ronan melewati mereka.
“Ih,
itu Ronan Keating, mantan personil Backstreet Boys!!” Jay memecahkan
keheningan.
“Bukan
Backstreet Boys norak!! Boyzone!! Sekarang kan nyanyi solo dia.” Ujar Colton.
“Tapi
yang gue dengar, dia sekarang jadi mentor boyband juga, kalo ga salah
Westlife.” Sambung Cory.
Ruang
Meeting
Heeseung
sudah duduk di meja bersama Karen, seorang dance coach sekaligus stylish. Ronan
dan Jade masuk. Jade langsung duduk disebelah Heeseung. Ronan kemudian duduk
disebelah Jade.
Ruang
Tunggu
Tak
lama, Westlife datang. Bryan langsung menuju meja receptionist untuk mengganggu
receptionist yang sedang bekerja. Kian mengambil gitar yang terletak dipojok
ruangan. Lalu mencoba memainkan beberapa nada. Mark tiba – tiba mendapat ide.
Ia lalu menarik Brian.
“Sini
lu semua, ikut gue.”
Shane
dan Nicky juga mengikuti Mark yang menyeret Brian kearah Kian main gitar.
“Gue
tiba – tiba dapat ide. Gue mau nyanyi buat Jade, tapi kan ga asik kalo nyanyi
sendiri, makanya bantuin gue yaaa… please…” Mark memohon.
“Jade
itu kesan pertamanya ke lu aja udah jelek, ada lu ditimpuk pake gitar sama
dia.” Kata Kian
“Atau
yang lebih parah lagi, kita semua kena!” Ujar Nicky ngeri.
“Masih
ada lagi yang lebih gawat! Abis Jade ngamuk, Ronan mecat kita semua!” Shane
panic.
“Lagi
kan lu baru ketemu sama dia tadi pagi, jadi mungkin dia galak sama orang yang
baru dikenal. Sabar aja. Kalo waktu lu udah pas, kita pasti mau bantuin.” Ujar
Brian.
“Tapi
ga gitu juga Brian! Ga ada jaminan kalo nanti dia jadi baik sama kita, terutama
Mark!” teriak Nicky sambil menunjuk kearah Mark.
Jay,
Cory, Colton, Phillip dan Heejun melihat kearah Nicky. Mereka semua terdiam.
Nicky lalu pergi ketoilet.
“Bukannya
Ronan Keating udah masuk?! Terus kok bajunya beda?!” Heejun bingung
“adenya
mungkin itu?!” tebak Phillip.
“Bukan,
itu adiknya David Beckham!!” tambah Cory.
“Masa
adenya David Beckham pendek??” Colton bingung.
“Jangan
bilang pendek deh gue tersinggung!” kata Jay.
Tiba
– tiba Cory sadar kalau Heejun menghilang.
“Eh,
PP, Heejun mana?? Kok ilang tiba – tiba??”
“Oh
iya, mana dia??” Phillip bingung.
“Itu
orangnya!” teriak Jay sambil menunjuk kearah Heejun.
Heejun
ternyata sedang berjalan Nicky yang baru keluar dari toilet. Ia berjalan
mendekati Nicky. Jay, Cory, Colton, dan Phillip segera menyusul Heejun.
“Mas…
mas… adenya Ronan Keating bukan??” Tanya Heejun pada Nicky.
“Bukan.
Dia mentor sekaligus vocal coach boyband gue.” Jawab Nicky agak ketus.
“Hmm…
kalo gitu pasti adenya David Beckham?? Tapi kok ga setinggi dia ya??”
“Bukan,
gue bukan adiknya Ronan Keating apalagi David Beckham. Nama belakang gue aja
beda sama mereka.” Nicky mulai emosi.
“Ah
masa sih?? Tapi kok mirip?? Bohong ya??”
“Udah
gue bilang gue bukan adiknya Ronan apalagi Beckham. Nama gue Nicholas Bernard
James Adam Byrne, alias Nicky Byrne, a.k.a Nicky Westlife!! Bukan Nicky Keating
apalagi Nicky Beckham!! Nih liat KTP gue, SIM, Kartu keluarga kalo perlu!!”
Nicky berteriak karena kesal.
Mendengar
teriakan Nicky, personil Westlife lainnya langsung dating menghampiri Nicky.
Mereka sampai bersamaan dengan personil Skippers yang menyusul Heejun. Melihat
Nicky yang sudah emosi, Brian, Shane, Mark, dan Kian menarik Nicky ke luar
kantor.
“kenapa
Nick??” Brian bingung.
“Ini
ada orang gila ngotot bilang gue adiknya Ronan ma Beckham!!”
“Emang
bener kan?? Hahaha…” Mark tertawa terbahak – bahak.
“Hebat
juga dia bisa tau lu adiknya Ronan ma Beckham yang hilang. Hahaha…” Shane
menambahkan penderitaan Nicky.
“Bikin
film pasti laku nih! Adik yang hilang. Atau kakak yang tertukar. Hahaha…” Kian
tertawa terbahak – bahak.
“Hush,
sembarangan! Masa film?! Sinetron kali!! Bisa ratusan episode, itupun sampai
tujuh season!! Hahaha…” Brian menambahkan.
“Huh,
siul!!” Nicky hanya bisa cemberut dan pasrah diledek oleh teman – temannya.
Sementara
itu, Jay, Cory, Colton, dan Phillip masih kebingungan dengan apa yang
telah terjadi antara Nicky dan Heejun.
“Kenapa
sih tadi lu ribut – ribut??” Tanya Jay penasaran.
“Dia
yang ngajak ribut, gue sih santai aja.”
“Masa
orang tau – tau ngajak ribut? Pasti ada sebabnya!” kata Cory curiga.
“Gue
Cuma Tanya dia adiknya David Beckham apa bukan, atau malah jangan – jangan
adiknya Ronan Keating!”
“Terang
aja dia marah!” Phillip menjelaskan.
“Ah
Heejun, kapan warasnya sih lu?!” kata Colton.
Beberapa
Jam Kemudian
Nicky
sudah sedikit tenang. Westlife masuk kembali kedalam kantor PH. Heejun dan
Nicky saling memandang dengan tatapan tajam. Tak lama, Heeseung dan Jade keluar
dari ruang meeting. Sambil berjalan keruang tunggu, Heeseung mengulurkan tangan
kanannya pada Jade.
“Aiden
Heeseung Han. Managernya the Skippers, biasanya dipanggil Heeseung, tapi kalo
mau panggil Aiden juga ga papa asal jangan Han aja, nanti dongsaeng ku juga
nengok.”
“Jade
Maguaire. Manager magangnya Westlife, terpaksa itu juga buat kepentingan
skripsi. Tadi aku pikir Aiden Oppa itu vokalis band loh, abis tampilannya
stylish banget, kaya vokalis band.” Jawab Jade.
“Hahahaha…
masa sih?? Yang vokalis the Skippers itu Heejun, dongsaeng aku.”
“Oh…
gitu! Hahahaha…”
Heeseung
dan Jade tertawa bersama. Brian melihat kearah Jade dan Heeseung. Ia lalu
menepuk pundak Mark yang sedang minum soft drink kalengan.
“Wah
Mark, gawat nih! Kayaknya lu punya saingan.” Kata Brian sambil menunjuk kerarah
Heeseung.
“WHAT?!
Masa gue kalah sama cowo yang matanya nyaris merem?!” Mark kaget.
Mark
membanting kaleng soft drinknya yang telah kosong ke lantai. Lalu menendangnya.
Kaleng itu mengenai kepala Heejun. Heejun langsung memegang kepalanya.
“Aduh,
kepala gue!! Hilang ingatan deh gue.” Rintih Heejun.
“Ah,
lebay lu!” Jay, Cory, Colton, dan Phillip kompak.
“Temen
sakit bukan ditolongin.” Kata Heejun sedih.
Heejun
melepar kembali kaleng itu kearah Mark. Namun, kaleng itu malah mengenai kepala
Nicky. Nicky menjadi tambah kesal pada Heejun.
“Eh,
urusan kita yang tadi aja belum selesai, lu udah bikin emosi gue lagi aja!!
Ngajak ribut lu?!?!”
“Waduh,
Nicky ngamuk, Nicky ngamuk.” Brian, Shane, Mark, dan Kian panic.
“Lu
pikir gue berani sama lu?! Cory, lu kan paling gede badannya, maju!!” teriak
Heejun.
“Loh
kok jadi gue?! Kan yang ribut lu, kenapa jadi gue yang maju?! Jay tuh, kecil –
kecil jago karate!” kata Cory bingung.
“Kenapa
mesti gue?!” Jay kaget.
“Hahaha,
pake nyuruh temen lu yang maju. Chiken!!” balas Nicky.
“Gue
bukannya ga mau maju tapi mereka nahan gue biar ga ribut!” jawab Heejun.
“Siapa
yang nahan??” Jay, Cory, Colton, dan Phillip bingung.
“Tahan
gue cepetan, sebelum jatuh korban!!” perintah Heejun.
Jay,
Cory, Colton, dan Phillip dengan wajah malas menuruti perintah Heejun. Mereka
hanya menahan Heejun dengan memegang baju Heejun. Jade dan Heeseung bingung
melihat kejadian yang terjadi antara Westlife dan the Skippers. Heejun langsung
menghampiri Heeseung.
“Hyung,
ada yang ngajak gue ribut tuh. Gue kan ga salah apa – apa, masa diajakin
berantem??” Heejun mengadu pada Heeseung.
“Lu
ngapain tadi ketawa – tawa sama cowo cina itu?!” Tanya Mark pada Jade.
“Ih,
siapa lu?! Pacar bukan, kakak gue bukan, bokap gue juga bukan! Ah satu lagi,
dia bukan cina tapi Korea!!” jawab Jade ketus.
Heeseung
langsung menghampiri Nicky. Wajah Heejun terlihat puas. Saat sampai dekat
Nicky, Heeseung langsung membungkukan badannya berulang – ulang tanda
permintaan maaf. Heejun langsung terdiam, Sementara Jay, Cory, Colton, Phillip
menahan tawa.
“Maaf,
maaf banget, dongsaeng gue emang suka bikin masalah. Sekali lagi maaf!!” kata
Heeseung.
“Dongsaeng?!”
Nicky, Brian, Shane, Mark, dan Kian bingung.
“Dongsaeng
itu bahasa Korea artinya adik. Aiden Oppa ini manager the Skippers band, yang
tadi ribut sama Nicky itu Heejun, vokalis the Skippers sekaligus adik Aiden
Oppa.” Jade menjelaskan.
“Ah,
gue tau bahasa Korea. Annyonghihaseyo…” kata Mark.
“Bukan
itu, tapi annyonghaseyo, ga pake hi!!” teriak Heejun.
“Eh,
Dong – dong, minta maaf dulu lu sama Westlife, terutama sama Nicky!!” perintah
Heeseung pada Heejun.
“Loh,
Hyung, lu kok tau mereka??” Heejun bingung.
“Mereka
itu boyband paling ngetop, masa lu ga tau sih?? Yang paling tinggi itu Brian,
yang berponi itu Kian, yang paling pendek itu Shane, yang satu lagi Mark. Nah,
cewe yang sama mereka itu manager baru mereka, Jade. Udah jangan mengalihkan
pembicaraan, minta maaf!!”
“Oke,
maafin gue ya semua.” Kata Heejun datar.
“Iya,
iya, kita maafin. Iya kan Nick??” kata Shane sambil menepuk pundak Nicky.
“Iya,
gue maafin!” jawab Nicky ketus.
“Udah
yu, pulang!” Heeseung mengajak the Skippers pulang.
“Kok
pulang?!” Jay, Cory, Colton, Phillip, Heejun bingung.
“Ya
pulang, mau ngapain lagi??”
“Ayo,
kita juga pulang!” Jade mengajak Westlife pulang.
“Tapi
kakaknya Nicky, eh Ronan maksud gue, kan belum keluar.” Kian bingung.
“Nah,
bener tuh, masa Ronan mau ditinggal??” Brian juga bingung.
“Kenapa
sih buru – buru mau ke basecamp?? Biar bisa ngobrol sampai puas ya sama gue??”
kata Mark sambil mencoba menaruh tangannya dipundak Jade.
“Geer
banget lu?!” Jade lalu menyikut perut Mark.
Mark
merintih kesakitan sambil memegang perutnya. Sementara yang lain hanya bisa
tertawa melihat Mark yang sedang kesakitan.
No comments:
Post a Comment