Tuesday, August 7, 2012

Part.2


Mobil The Skippers
Heeseung menyetir mobil dengan kecepatan sedang. Phillip, Jay, dan Cory tidur dengan tenang. Colton duduk dipojokan dengan wajah kesal. Ia memakai topi untuk menutupi rambutnya yang aneh akibat ulah Heejun. Heejun duduk dikursi sebelah supir sambil memegangi wajahnya yang babak belur setelah dikeroyok Heeseung, Phillip, Jay, Colton dan Cory.
“Ibu tiri hanya cinta kepada ayahku saja…” Heejun menyanyi dengan gaya sedih, memecahkan sepi.
“BERISIIIIIK!!!” teriak Phillip, Jay, Colton dan Cory kompak.
“Mengapa selalu aku yang mengalah… tak pernahkah kau berfikir sedikit tentang diriku…”  isak Heejun lebay.
“DIAAAAAAAAAMMMM!!!!!!!!!” teriak Phillip, Jay, Colton dan Cory kompak.
Heeseung tertawa melihat tingkah laku adiknya sambil terus berkonsentrasi menyetir.
“Hahahahahaha…”
“Ketawa lagi lu Hyung, lagi nyetir jangan ketawa lu sipit!! Nabrak ntar gara – gara lu ketawa mata lu yang sipit jadi merem terus ga liat jalan!!”
“Ya elah Dong, sensitive amat lu, lu kan lebih sipit dari gue, gue turunin di jalan nih?!”
“…” Heejun cemberut.
 Mobil Westlife
Didalam mobil yang membawa Ronan, personil Westlife, Jade dan seorang supir.  Ronan duduk di sebelah supir. Nicky, Jade, Mark duduk dibangku tengah. Brian, Shane, Kian duduk dibangku paling belakang. Shane melanjutkan tidurnya. Brian mendengarkan music dari HPnya. Kian memainkan HPnya. Nicky meihat jalanan. Mark menatap Jade. Jade focus melihat kedepan. Sesekali, menengok ke arah Mark dan membalas tatapan Mark dengan tatapan kesal.
“Oh iya gue lupa! Ini Jade, manager baru kalian.” Ronan membuka pembicaraan.
“Hai Jade, gue Mark! Personil paling muda sekaligus paling tampan diantara semua.”
“Mulai lagi Mark.”  Kian, Brian, dan Nicky kompak.
“Nicky, tukeran tempat! Gue udah ga tahan!”
“Ga mau! Kalo duduk sebelah Mark, entar dia tiba – tiba tidur dipundak gue susah banguninnya! Mark kan kalo tidur kayak orang mati!”
“Kalo tau gini gue mending naik taksi aja!” teriak Jade sambil memasang headphone dan memasang music dari iPod.
“Tenang aja. Selama ada Mark semua aman.”
“Justru lu kali yang bikin ga aman!” Kian, Brian, dan Nicky kompak.

Kantor Production House Para ‘Ga’ Normal Activity
Mobil the Skipper sampai dikantor. Setelah Heeseung memarkirkan mobil, semua personil the Skippers turun. Mereka tampak bingung.
“Kita ngapain ke PH?!” Tanya Cory polos.
“Pasti gue mau ditawarin film!” celetuk Heejun.
“Ga mungkin lah! Kalo lu doang yang ditawarin film mana mungkin semuanya diajak?!” jawab Phillip.
“Udah yu, cepetan masuk! Gue mules mau ke toilet!” potong Jay.
“Kebiasaan lu Jay! Pantesan aja ada bau – bau aneh dari tadi!” kata Colton sambil menutup hidungnya.
“Udah – udah, masuk yu!” Heeseung menengahi.
Jay langsung berlari kedalam kantor PH. Colton, Cory, Phillip berjalan menuju kantor. Heejun dan Heeseung berjalan dibelakang.
“Hyung, sebenernya kita mau ngapain sih??”
“Udah lah Dong, ntar juga tau!”
“Ih, Hyung gitu! Suka maen rahasia – rahasiaan!”

Tak lama kemudian, mobil Westlife datang. Mark baru membuka pintu ketika Jade menendangnya sampai terjatuh dari mobil.
“Aw, pelan – pelan dong. Gue kan mau nolongin lu turun dari mobil.”
“Ga usah! Gue bisa turun sendiri!!! DON’T DISTURB ME!!”
Jade langsung berjalan ke kantor tanpa menunggu yang lainnya. Mark masih terduduk ditanah melihat kearah Jade.
“Baru kali ini ada cewe yang nolak gue! Gue jadi tambah suka sama dia!”
“Mark, kalo sampai Jade ngambek gara – gara lu gangguin terus, lu gue pecat!! Susah tau cari calon sarjana music yang mau jadi manager boyband yang personilnya kayak lu semua!” Ancam Ronan.
Ronan pergi meninggalkan Mark yang masih duduk di tanah. Nicky turun dari mobil, diikuti Shane, Kian, dan Brian.
“Waw, calon sarjana music?! Tambah tertarik gue sama dia”.
Shane dan Nicky membantu Mark berdiri.
“Mark, lu iseng banget lagi, manager baru udah lu ganguin.” Ujar Nicky.
“Sepertinya aku jauh cinta” teriak Mark saat dia sudah berdiri.
“Lu sih tebar pesona mulu kerjanya. Sekalinya beneran suka beneran, dianya ga mau sama lu” komentar Kian.
“Gue ga suka tebar pesona, Brian tuh yang suka tebar pesona!”
“Kok gue?!” Brian kaget.
“Udah woi! Entar kakaknya Nicky, eh Ronan maksud gue, tambah ngamuk lagi gara – gara kia lama. Dipecat kita entar, kalo jadi pengangguran gimana?!” potong Shane.
“Ronan bukan Kakak gue!!.”

Ruang tunggu
The Skippers, minus Heeseung yang sedang berada diruang meeting, sedang santai di ruang tunggu kantor. Jay, Cory, Colton sedang duduk disofa yang sama. Jay sedang mendengarkan music dari iPodnya, jari Jay mengikuti ketukan piano dari lagu yang dia dengarkan. Cory membaca koran hari ini. Colton sedang membalas mention di twitternya. Heejun dan Phillip sedang bermain bekel dilantai. Ronan masuk bersama Jade menuju ruang meeting. Jay, Cory, Colton, Phillip dan Heejun terdiam melihat Ronan melewati mereka.
“Ih, itu Ronan Keating, mantan personil Backstreet Boys!!” Jay memecahkan keheningan.
“Bukan Backstreet Boys norak!! Boyzone!! Sekarang kan nyanyi solo dia.” Ujar Colton.
“Tapi yang gue dengar, dia sekarang jadi mentor boyband juga, kalo ga salah Westlife.” Sambung Cory.

Ruang Meeting
Heeseung sudah duduk di meja bersama Karen, seorang dance coach sekaligus stylish. Ronan dan Jade masuk. Jade langsung duduk disebelah Heeseung. Ronan kemudian duduk disebelah Jade.

Ruang Tunggu
Tak lama, Westlife datang. Bryan langsung menuju meja receptionist untuk mengganggu receptionist yang sedang bekerja. Kian mengambil gitar yang terletak dipojok ruangan. Lalu mencoba memainkan beberapa nada. Mark tiba – tiba mendapat ide. Ia lalu menarik Brian.
“Sini lu semua, ikut gue.”
Shane dan Nicky juga mengikuti Mark yang menyeret Brian kearah Kian main gitar.
“Gue tiba – tiba dapat ide. Gue mau nyanyi buat Jade, tapi kan ga asik kalo nyanyi sendiri, makanya bantuin gue yaaa… please…” Mark memohon.
“Jade itu kesan pertamanya ke lu aja udah jelek, ada lu ditimpuk pake gitar sama dia.” Kata Kian
“Atau yang lebih parah lagi, kita semua kena!” Ujar Nicky ngeri.
“Masih ada lagi yang lebih gawat! Abis Jade ngamuk, Ronan mecat kita semua!” Shane panic.
“Lagi kan lu baru ketemu sama dia tadi pagi, jadi mungkin dia galak sama orang yang baru dikenal. Sabar aja. Kalo waktu lu udah pas, kita pasti mau bantuin.” Ujar Brian.
“Tapi ga gitu juga Brian! Ga ada jaminan kalo nanti dia jadi baik sama kita, terutama Mark!” teriak Nicky sambil menunjuk kearah Mark.
Jay, Cory, Colton, Phillip dan Heejun melihat kearah Nicky. Mereka semua terdiam. Nicky lalu pergi ketoilet.
“Bukannya Ronan Keating udah masuk?! Terus kok bajunya beda?!” Heejun bingung
“adenya mungkin itu?!” tebak Phillip.
“Bukan, itu adiknya David Beckham!!” tambah Cory.
“Masa adenya David Beckham pendek??” Colton bingung.
“Jangan bilang pendek deh gue tersinggung!” kata Jay.
Tiba – tiba Cory sadar kalau Heejun menghilang.
“Eh, PP, Heejun mana?? Kok ilang tiba – tiba??”
“Oh iya, mana dia??” Phillip bingung.
“Itu orangnya!” teriak Jay sambil menunjuk kearah Heejun.
Heejun ternyata sedang berjalan Nicky yang baru keluar dari toilet. Ia berjalan mendekati Nicky. Jay, Cory, Colton, dan Phillip segera menyusul Heejun.
“Mas… mas… adenya Ronan Keating bukan??” Tanya Heejun pada Nicky.
“Bukan. Dia mentor sekaligus vocal coach boyband gue.” Jawab Nicky agak ketus.
“Hmm… kalo gitu pasti adenya David Beckham?? Tapi kok ga setinggi dia ya??”
“Bukan, gue bukan adiknya Ronan Keating apalagi David Beckham. Nama belakang gue aja beda sama mereka.” Nicky mulai emosi.
“Ah masa sih?? Tapi kok mirip?? Bohong ya??”
“Udah gue bilang gue bukan adiknya Ronan apalagi Beckham. Nama gue Nicholas Bernard James Adam Byrne, alias Nicky Byrne, a.k.a Nicky Westlife!! Bukan Nicky Keating apalagi Nicky Beckham!! Nih liat KTP gue, SIM, Kartu keluarga kalo perlu!!”  Nicky berteriak karena kesal.
Mendengar teriakan Nicky, personil Westlife lainnya langsung dating menghampiri Nicky. Mereka sampai bersamaan dengan personil Skippers yang menyusul Heejun. Melihat Nicky yang sudah emosi, Brian, Shane, Mark, dan Kian menarik Nicky ke luar kantor.
“kenapa Nick??” Brian bingung.
“Ini ada orang gila ngotot bilang gue adiknya Ronan ma Beckham!!”
“Emang bener kan?? Hahaha…” Mark tertawa terbahak – bahak.
“Hebat juga dia bisa tau lu adiknya Ronan ma Beckham yang hilang. Hahaha…” Shane menambahkan penderitaan Nicky.
“Bikin film pasti laku nih! Adik yang hilang. Atau kakak yang tertukar. Hahaha…” Kian tertawa terbahak – bahak.
“Hush, sembarangan! Masa film?! Sinetron kali!! Bisa ratusan episode, itupun sampai tujuh season!! Hahaha…” Brian menambahkan.
“Huh, siul!!” Nicky hanya bisa cemberut dan pasrah diledek oleh teman – temannya.
Sementara itu, Jay, Cory, Colton, dan Phillip masih  kebingungan dengan apa yang telah terjadi antara Nicky dan Heejun.
“Kenapa sih tadi lu ribut – ribut??” Tanya Jay penasaran.
“Dia yang ngajak ribut, gue sih santai aja.”
“Masa orang tau – tau ngajak ribut? Pasti ada sebabnya!” kata Cory curiga.
“Gue Cuma Tanya dia adiknya David Beckham apa bukan, atau malah jangan – jangan adiknya Ronan Keating!”
“Terang aja dia marah!” Phillip menjelaskan.
“Ah Heejun, kapan warasnya sih lu?!” kata Colton.
Beberapa Jam Kemudian
Nicky sudah sedikit tenang. Westlife masuk kembali kedalam kantor PH. Heejun dan Nicky saling memandang dengan tatapan tajam. Tak lama, Heeseung dan Jade keluar dari ruang meeting. Sambil berjalan keruang tunggu, Heeseung mengulurkan tangan kanannya pada Jade.
“Aiden Heeseung Han. Managernya the Skippers, biasanya dipanggil Heeseung, tapi kalo mau panggil Aiden juga ga papa asal jangan Han aja, nanti dongsaeng ku juga nengok.”
“Jade Maguaire. Manager magangnya Westlife, terpaksa itu juga buat kepentingan skripsi. Tadi aku pikir Aiden Oppa itu vokalis band loh, abis tampilannya stylish banget, kaya vokalis band.” Jawab Jade.
“Hahahaha… masa sih?? Yang vokalis the Skippers itu Heejun, dongsaeng aku.”
“Oh… gitu! Hahahaha…”
Heeseung dan Jade tertawa bersama. Brian melihat kearah Jade dan Heeseung. Ia lalu menepuk pundak Mark yang sedang minum soft drink kalengan.
“Wah Mark, gawat nih! Kayaknya lu punya saingan.” Kata Brian sambil menunjuk kerarah Heeseung.
“WHAT?! Masa gue kalah sama cowo yang matanya nyaris merem?!” Mark kaget.
Mark membanting kaleng soft drinknya yang telah kosong ke lantai. Lalu menendangnya. Kaleng itu mengenai kepala Heejun. Heejun langsung memegang kepalanya.
“Aduh, kepala gue!! Hilang ingatan deh gue.” Rintih Heejun.
“Ah, lebay lu!” Jay, Cory, Colton, dan Phillip kompak.
“Temen sakit bukan ditolongin.” Kata Heejun sedih.
Heejun melepar kembali kaleng itu kearah Mark. Namun, kaleng itu malah mengenai kepala Nicky. Nicky menjadi tambah kesal pada Heejun.
“Eh, urusan kita yang tadi aja belum selesai, lu udah bikin emosi gue lagi aja!! Ngajak ribut lu?!?!”
“Waduh, Nicky ngamuk, Nicky ngamuk.” Brian, Shane, Mark, dan Kian panic.
“Lu pikir gue berani sama lu?! Cory, lu kan paling gede badannya, maju!!” teriak Heejun.
“Loh kok jadi gue?! Kan yang ribut lu, kenapa jadi gue yang maju?! Jay tuh, kecil – kecil jago karate!” kata Cory bingung.
“Kenapa mesti gue?!” Jay kaget.
“Hahaha, pake nyuruh temen lu yang maju. Chiken!!” balas Nicky.
“Gue bukannya ga mau maju tapi mereka nahan gue biar ga ribut!” jawab Heejun.
“Siapa yang  nahan??” Jay, Cory, Colton, dan Phillip bingung.
“Tahan gue cepetan, sebelum jatuh korban!!” perintah Heejun.
Jay, Cory, Colton, dan Phillip dengan wajah malas menuruti perintah Heejun. Mereka hanya menahan Heejun dengan memegang baju Heejun. Jade dan Heeseung bingung melihat kejadian yang terjadi antara Westlife dan the Skippers. Heejun langsung menghampiri Heeseung.
“Hyung, ada yang ngajak gue ribut tuh. Gue kan ga salah apa – apa, masa diajakin berantem??” Heejun mengadu pada Heeseung.
“Lu ngapain tadi ketawa – tawa sama cowo cina itu?!” Tanya Mark pada Jade.
“Ih, siapa lu?! Pacar bukan, kakak gue bukan, bokap gue juga bukan! Ah satu lagi, dia bukan cina tapi Korea!!” jawab Jade ketus.
Heeseung langsung menghampiri Nicky. Wajah Heejun terlihat puas. Saat sampai dekat Nicky, Heeseung langsung membungkukan badannya berulang – ulang tanda permintaan maaf. Heejun langsung terdiam, Sementara Jay, Cory, Colton, Phillip menahan tawa.
“Maaf, maaf banget, dongsaeng gue emang suka bikin masalah. Sekali lagi maaf!!” kata Heeseung.
“Dongsaeng?!” Nicky, Brian, Shane, Mark, dan Kian bingung.
“Dongsaeng itu bahasa Korea artinya adik. Aiden Oppa ini manager the Skippers band, yang tadi ribut sama Nicky itu Heejun, vokalis the Skippers sekaligus adik Aiden Oppa.” Jade menjelaskan.
“Ah, gue tau bahasa Korea. Annyonghihaseyo…” kata Mark.
“Bukan itu, tapi annyonghaseyo, ga pake hi!!” teriak Heejun.
“Eh, Dong – dong, minta maaf dulu lu sama Westlife, terutama sama Nicky!!” perintah Heeseung pada Heejun.
“Loh, Hyung, lu kok tau mereka??” Heejun bingung.
“Mereka itu boyband paling ngetop, masa lu ga tau sih?? Yang paling tinggi itu Brian, yang berponi itu Kian, yang paling pendek itu Shane, yang satu lagi Mark. Nah, cewe yang sama mereka itu manager baru mereka, Jade. Udah jangan mengalihkan pembicaraan, minta maaf!!”
“Oke, maafin gue ya semua.” Kata Heejun datar.
“Iya, iya, kita maafin. Iya kan Nick??” kata Shane sambil menepuk pundak Nicky.
“Iya, gue maafin!” jawab Nicky ketus.
“Udah yu, pulang!” Heeseung mengajak the Skippers pulang.
“Kok pulang?!” Jay, Cory, Colton, Phillip, Heejun bingung.
“Ya pulang, mau ngapain lagi??”
“Ayo, kita juga pulang!” Jade mengajak Westlife pulang.
“Tapi kakaknya Nicky, eh Ronan maksud gue, kan belum keluar.” Kian bingung.
“Nah, bener tuh, masa Ronan mau ditinggal??” Brian juga bingung.
“Kenapa sih buru – buru mau ke basecamp?? Biar bisa ngobrol sampai puas ya sama gue??” kata Mark sambil mencoba menaruh tangannya dipundak Jade.
“Geer banget lu?!” Jade lalu menyikut perut Mark.
Mark merintih kesakitan sambil memegang perutnya. Sementara yang lain hanya bisa tertawa melihat Mark yang sedang kesakitan.

No comments:

Post a Comment