Base
camp Westlife
Westlife,
boyband senior, berada di ruang santai base camp mereka. Shane Filan, lead
vocal sekaligus personil paling pendek, sedang melihat ke peta yang ditempel
didinding. Mark, personil paling muda, sedang tidur di sofa. Nicky, personil
paling tua, dan Kian, sedang duduk di sofa sambil memainkan handphone mereka
masing – masing.
On
Twitter:
@KianEganWL:
BOSAAAAAAN!! :@ *teriak
@nickybyrneoffic:
@KianEganWL SAMA GUE JUGA BOSAN!! GUE KANGEN SAMA LU KI!! :* *teriak
@KianEganWL:
@nickybyrneoffic GUE DISEBELAH LU STREEEES!!! *teriak RT@nickybyrneoffic:
@KianEganWL SAMA GUE JUGA BOSAN!! GUE KANGEN SAMA LU KI!! :* *teriak
@MarkusFeehily:BERISIK!!!
GUE LAGI TIDUR!!! *teriak RT @KianEganWL: @nickybyrneoffic GUE DISEBELAH LU
STREEEES!!! *teriak RT@ nickybyrneoffic: @KianEganWL SAMA GUE JUGA BOSAN!! GUE
KANGEN SAMA LU KI!! :* *teriak
Back
to “Normal” world:
Kian
dan Nicky saling bertatapan heran. Kemudian bersamaan melihat ke arah Mark yang
sedang tidur sambil memegang HP. Mereka kembali bertatapan dan mengangkat bahu
tanda heran.
Brian,
personil paling tinggi, keluar dari kamar mandi. Brian lalu menghampiri Shane.
“Shane,
lagi ngapain lu??”
“gue
lagi liat jadwal tur kita, kok 2 bulan kedepan ga ada jadwal??”
“Ini
pasti gara – gara Ronan belum dapat manager baru buat kita! Nick, kakak lu
giaman sih nyari managernya??” Brian melihat kearah Nicky.
“Ronan
bukan kakak gue!!!” Nicky sewot.
“Bener,
Ronan itu bukan kakaknya Nicky, tapi David Beckham kakaknya Nicky! Hahaha” Kian
nyambung.
“Cuma
beda nasib sama tinggi aja, Beckham bisa masuk timnas Inggris, Nicky ditolak
gara – gara tinggi badan kurang! hahaha”
“Ah,
siul lu semua!!”
“Shane,
lu tau ga kanada itu dimana?? Gue lupa”
“itu
diatas” Shane menujuk atas peta sambil meloncat-loncat karena tangannya tidak
sampai.
“
Hahaha, gue dapat korban juga satu!!! Kena lu Shane” Brian tertawa terbahak –
bahak.
“Ah
siul lu, gue lagi serius juga! Sini lu!!” Shane mengambil sapu lalu mengejar
Brian.
“Ah….
Tolong aku mau dianiaya!!!” Brian berteriak kemudian lari dari kejaran Shane.
Mark
bangun dari tidurnya. Mark membuka kacamata hitamnya.
“bisa
ga sih pada tenang?! Gue lagi tidur.” Mark memakai kacamatanya kembali. Lalu
tidur.
“Dasar
kebo!!” Nicky, Shane, Kian, Brian kompak.
Konser
The Skippers Band
The
Skippers Band adalah band baru yang beranggotakan 5 orang Hee Jun Han, vocal,
Phillip Phillips, Colton Dixon, Jay Chou, random gitar dan piano, dan Cory
Monteith, drum. Mereka sedang mengisi sebuah acara konser yang lumayan meriah.
Off
stage
Setelah
selesai, The Skippers beristirahat dibelakang panggung. Heeseung Han, Manager
sekaligus kakak Heejun datang.
“siap
– siap ya, diluar banyak fans cewe yang nunggu kalian.” Kata Heseung.
“pasti
pada nyari gue, gue kan vokalis, vokalis itu biasanya banyak fans cewenya”
“GEER
lu!!” teriak Colton
“Ah,
kamubuh lagi gilanya!” ujar Phillip.
“kayak
lu waras aja Phillip?!” Jay nyela.
“Tapi
untung cewe semua, kalo cowo serem juga!” Cory menambahkan.
“Udah
jangan ribut! Ayo pulang besok pagi ada meeting” Heeseung menengahi
keributan.
“Emang
meeting buat apa Hyung?! Kita kok ga tau??” Heejun bingung.
“Udah,
besok lu juga tau” jawab Heeseung.
Heejun,
Heeseung, Phillip, Jay, Colton dan Cory keluar dari backstage menuju ke lobby
yang sudah dipenuhi oleh fans The Skippers. Heejun berjalan paling depan dengan
penuh percaya diri.
“Hai
semua!” sapa Heejun sambil merentangkan tangannya lebar – lebar.
“ah…
itu Oppa Han!” kata seorang fans.
“Colton,
Cory, Jay, Phillip…” fans meneriakkan nama mereka bergantian.
Fans
– fans itu berlaian kearah The Skippers. Heejun sudah bersiap. Ternyata Fans –
fans melewati Heejun dan berlari kearah Heeseung, Phillip, Jay, Colton dan Cory
yang berada dibelakang Heejun. Mereka meminta foto dan tanda tangan Heeseung, Phillip,
Jay, Colton dan Cory. Heejun terlihat lemas seketika.
“Oppa
Han, aku minta foto bareng ya??” ujar fans kepada Heeseung.
“Tapi
aku kan Manager, yang vokalis itu Heejun, dongsaeng aku!” jawab Heeseung.
“Tapi
aku ngefansnya sama Oppa! Boleh ya??”
“Ya
udah sini sekali aja ya!”
“Ini
ga adil!!” ujar Heejun dengan gaya sinetron.
Basecamp
The Skippers
Semua
sudah didalam kamarnya masing – masing. Heejun, duduk ditempat tidurnya, masih
memikirkan kejadian di lobby. Ia mulai membicarakannya dengan Phillip, yang
sedang tidur desebelahnya.
“Phil,
gue binggung. Emang gue kurang unyu apa sampe cewe – cewe ga ada yang ngejar
gue?? Lu, Jay, Cory, sampe Hyung gue punya fans. Apalagi Colton, fansnya paling
banyak. Tapi aku ga punya fans. Fans, tanpa mu aku galau” ujar Heejun ala
iklan. Korban iklan.
“zzzz….”
“PP,
gue curhat kok lu diem aja?? Jawab PP, jawab!!” Heejun makin lebay.
“zzzz…”
“Ya
udah kalo lu ga mau bantuin gue, gue mikir sendiri!” Heejun kesal.
Heejun
mulai berfikir. Ia lalu teringat dengan kejadian sebelum konser mereka.
2
jam sebelum konser.
The
Skippers sedang bersiap – siap sebelum konser. Cory, personil paling tinggi,
sedang merapihkan rambutnya didepan kaca. Dibawahnya, Jay, personil paling
pendek, sedang menata poninya. Phillip, personil yang paling cuek
penampilannya, duduk disofa sambil memainkan gitarnya. Colton sedang menata
rambutnya dengan wax. Heejun datang menghampiri Colton.
“Belum
kelar juga lu?? Lama bener pake wax doang!!” Tanya Heejun.
“Harus
lama dong! Daya tarik gue ka nada di rambut gue, kalo ga bener cewe – cewe mana
ada yang mau sama gue!” jawab Colton.
Kembali
ke kamar Heejun dan Phillip
“Aha!!
Gue tau rahasianya Colton sekarang!!” Heejun telah kembali dari lamunannya
dengan membawa ide.
Heejun
dengan cepat turun dari tempat tidurnya berlari kearah meja dan mengambil gunting.
Ia langsung berlari keluar dari kamarnya.
Keesokan
harinya…
“Aaaaaaaa…”
teriakan Colton memecahkan keheningan di pagi hari.
Heeseung,
Phillip, Jay, Cory langsung berlari ke kamar Colton. Colton sedang berdiri
didepan cermin ketika mereka datang. Terlihat Colton dengan wajah panic, sedih
dan emosi.
“Ini
liat, ada yang motong poni gue semalem!!” jawab Colton sambil menunjukan
rambutnya yang sudah tidak memiliki poni lagi.
“hah?!
Siapa yang iseng motong poni lu??” Tanya Phillip.
“Jay,
lu ya yang motong poninya Colton buat nambahin poni lu??” kata Cory
“Ngapain??
Gue udah punya!!”
“Terus
siapa??” kata Colton memelas.
Disaat
yang sama, Heejun lewat didepan kamar Colton sambil membawa cangkir berisi
kopi. Ia lewat sambil bersiul. Ia berhenti sebentar di depan kamar Colton.
Lalu, melihat kedalam dengan wajah tak berdosa. Heeseung, Phillip, Jay, Colton
dan Cory langsung bertatapan. Tanpa dikomando mereka langsung berlari keluar
sambil berteriak.
“HEEJUUUUUUUUUN!!!!”
teriak Heeseung, Phillip, Jay, Colton dan Cory kompak.
Base
camp Westlife
Personil
Westlife masih tertidur. Shane dan Nicky tidur dalam satu kamar. Brian, dan
Kian dalam satu kamar. Dan Mark tidur sendiri di sofa. Ronan Keating, Mentor
sekaligus Vocal Coach Westlife, datang. Saat melihat keadaan ruangan yang kacau
balau ia hanya bisa geleng – geleng.
“pantas
ga ada yang sanggup jadi manager mereka!” piker Ronan.
Ronan
lalu masuk kekamar Shane dan Nicky. Ronan lalu mambangunkan Shane. Shane
membuka mata lalu duduk dan tidur lagi. Ronan kembali menggeleng – gelengkan
kepala. Lalu Ronan membangunkan Nicky. Nicky terbangun kemudian duduk di
pinggir tempat tidur. Setelah Nicky bangun, Ronan keluar kamar menuju ke sofa
tempat Mark tidur. Nicky keluar dari kamar kemudian ke kamar mandi.
“Mark
ayo bangun, kita mau meeting jam 8, sekarang udah jam 7.”
“Gue
ga mau bangun sebelum Brian bangun.” Igau Mark
Ronan
lalu berjalan ke kamar Brian dan Kian. Ronan membangunkan Brian.
“Brian,
bangun! Mark ga mau bangun sebelum lu bangun.”
“Em,
iya” saut Brian.
“Kian
bangun! Lu kan paling lama ngurus poni, kita meeting jam 8 sekarang udah jam 7”
“iya…”
saut Kian.
Kian
dan Brian sudah bangun, Nicky juga sudah mandi, tinggal Mark dan Shane. Kedua
orang itu membuat Ronan pusing. Ronan kembali menuju ke tempat Mark tidur.
Ronan kembali mencoba membangunkan Mark.
“Mark,
ayo bangun, Brian udah bangun, Nicky udah mandi, Kian lagi sarapan kapan lu mau
bangun??”
“Mmmm…
zzzz…”
“Brian,
Kian, Nicky, bantuin gue bangunin Shane sama Mark!!!” Ronan teriak.
“Gue
belum selesai mandi” teriak Nicky dari kamar mandi.
“Gue
nyerah kalo bangunin mereka berdua, mending bangunin orang mati sekalian deh!”
kata Brian
“Gue
lagi benerin poni gue nih!” teriak Kian dari kamarnya.
“Tapi
lu kan belum mandi?!” Tanya Ronan.
“Biarin,
yang penting poni gue eksis!”
Ronan
kemudian mengambil HP, kemudian menelpon seseorang.
“Jade,
lu kapan sampenya?? Gue udah pusing bangunin Shane sama Mark!!”
“Tenang,
aku udah di depan ini, Bos!”
“Ya
udah masuk aja lu, tadi pintunya ga gue kunci.”
Jade
masuk ke dalam basecamp. Ronan langsung berteriak ketika melihat Jade.
“AKHIRNYA
DATANG JUGA!! Gue udah ga sanggup bangunin 2 orang iu!!”
“Siapa
dia??” Kian, Brian, dan Nicky kompak”
“Udah
kenalannya entar aja, yang penting Mark sama Shane bangun dulu”
“ada
lakban ga??” Tanya Jade.
“Buat
apa??” Ronan, Kian, Brian, dan Nicky kompak.
“Ih,
lucu kompak banget! Bikin boyband aja namanya Westzone atau Boylife!!”
“Udah!!”
Ronan, Kian, Brian, dan Nicky kompak.
“ya
udah, makanya cepetan lakban dulu!”
Nicky
berlari mengambil lakban di kamarnya. Jade berjalan menuju kamar Shane. Ronan,
Kian, Brian menikuti dibelakang Jade. Nicky menyusul membawa lakban. Jade
membuka lakban yang diberikan oleh Nicky. Jade lalu menempelkan lakban itu pada
kaki Shane lalu dengan cepat menariknya. Shane langsung berteriak.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………”
teriak Shane kesakitan.
“auuuww…”
Ronan, Kian, Brian, dan Nicky kompak.
“yes,
satu berhasil! Satu lagi”
Jade
berjalan keluar. Ronan, Kian, Brian, dan Nicky mengikuti Jade ketempat Mark.
Shane mengikuti sambil merintih kesakitan. Jade mengulang cara yang tadi ia
gunakan untuk Shane, tapi Mark tidak juga bangun.
“aneh!
Untung gue smart! Semua tarik kaki Mark!” perintah Jade pada Ronan, Kian,
Brian, dan Nicky.
Ronan,
Kian, Brian, dan Nicky menarik kaki Mark sampai Mark terjatuh dari sofa. Mark
akhirnya terbangun. Jade jongkok didekat Mark. Jade dan Mark bertatapan mata.
“selamat
pagi, sleeping prince!” sapa Jade
“waw
,gue mimpi ya?! Tumben banget bangun di basecamp pemandangan pertamanya cewe??
Biasanya kalo ga Ronan, Kian, Brian, Nicky, sama Shane!!”.
“BANGUN
CEPETAN!! Ga usah pake gombal!!” Jade kesal. Melemparkan bantal yang ada di
sofa ke wajah Mark. Berdiri lalu pergi meninggalkan Mark.
Mark
memegang kakinya.
“kok
perih ya kaki gue?? Loh bulu kaki gue kok ilang sebelah??” Mark bingung.
“dasar
kebo!!” Ronan, Kian, Brian, dan Nicky kompak.
Ronan,
Kian, Brian, dan Nicky lalu pergi meninggalkan Mark yang masih mengelus – elus
kaki dan kepalanya antara sakit dan bingung.

No comments:
Post a Comment