Tuesday, August 7, 2012

Boyband vs. Bandboy PART.1


Base camp Westlife
Westlife, boyband senior, berada di ruang santai base camp mereka. Shane Filan, lead vocal sekaligus personil paling pendek, sedang melihat ke peta yang ditempel didinding. Mark, personil paling muda, sedang tidur di sofa. Nicky, personil paling tua, dan Kian, sedang duduk di sofa sambil memainkan handphone mereka masing – masing.
On Twitter:
@KianEganWL: BOSAAAAAAN!! :@ *teriak
@nickybyrneoffic: @KianEganWL SAMA GUE JUGA BOSAN!! GUE KANGEN SAMA LU KI!! :* *teriak
@KianEganWL: @nickybyrneoffic GUE DISEBELAH LU STREEEES!!! *teriak RT@nickybyrneoffic: @KianEganWL SAMA GUE JUGA BOSAN!! GUE KANGEN SAMA LU KI!! :* *teriak
@MarkusFeehily:BERISIK!!! GUE LAGI TIDUR!!! *teriak RT @KianEganWL: @nickybyrneoffic GUE DISEBELAH LU STREEEES!!! *teriak RT@ nickybyrneoffic: @KianEganWL SAMA GUE JUGA BOSAN!! GUE KANGEN SAMA LU KI!! :* *teriak
 Back to “Normal” world:
Kian dan Nicky saling bertatapan heran. Kemudian bersamaan melihat ke arah Mark yang sedang tidur sambil memegang HP. Mereka kembali bertatapan dan mengangkat bahu tanda heran.
Brian, personil paling tinggi, keluar dari kamar mandi. Brian lalu menghampiri Shane.
“Shane, lagi ngapain lu??”
“gue lagi liat jadwal tur kita, kok 2 bulan kedepan ga ada jadwal??”
“Ini pasti gara – gara Ronan belum dapat manager baru buat kita! Nick, kakak lu giaman sih nyari managernya??” Brian melihat kearah Nicky.
“Ronan bukan kakak gue!!!” Nicky sewot.
“Bener, Ronan itu bukan kakaknya Nicky, tapi David Beckham kakaknya Nicky! Hahaha” Kian nyambung.
“Cuma beda nasib sama tinggi aja, Beckham bisa masuk timnas Inggris, Nicky ditolak gara – gara tinggi badan kurang! hahaha”
“Ah, siul lu semua!!”
“Shane, lu tau ga kanada itu dimana?? Gue lupa”
“itu diatas” Shane menujuk atas peta sambil meloncat-loncat karena tangannya tidak sampai.
“ Hahaha, gue dapat korban juga satu!!! Kena lu Shane” Brian tertawa terbahak – bahak.
“Ah siul lu, gue lagi serius juga! Sini lu!!” Shane mengambil sapu lalu mengejar Brian.
“Ah…. Tolong aku mau dianiaya!!!” Brian berteriak kemudian lari dari kejaran Shane.
Mark bangun dari tidurnya. Mark membuka kacamata hitamnya.
“bisa ga sih pada tenang?! Gue lagi tidur.” Mark memakai kacamatanya kembali. Lalu tidur.
“Dasar kebo!!” Nicky, Shane, Kian, Brian kompak.

Konser The Skippers Band
The Skippers Band adalah band baru yang beranggotakan 5 orang Hee Jun Han, vocal, Phillip Phillips, Colton Dixon, Jay Chou, random gitar dan piano, dan Cory Monteith, drum. Mereka sedang mengisi sebuah acara konser yang lumayan meriah.
Off stage
Setelah selesai, The Skippers beristirahat dibelakang panggung. Heeseung Han, Manager sekaligus kakak Heejun datang.
“siap – siap ya, diluar banyak fans cewe yang nunggu kalian.” Kata Heseung.
“pasti pada nyari gue, gue kan vokalis, vokalis itu biasanya banyak fans cewenya”
“GEER lu!!” teriak Colton
“Ah, kamubuh lagi gilanya!” ujar Phillip.
“kayak lu waras aja Phillip?!” Jay nyela.
“Tapi untung cewe semua, kalo cowo serem juga!” Cory menambahkan.
“Udah jangan ribut! Ayo pulang besok pagi ada meeting”  Heeseung menengahi keributan.
“Emang meeting buat apa Hyung?! Kita kok ga tau??” Heejun bingung.
“Udah, besok lu juga tau” jawab Heeseung.
Heejun, Heeseung, Phillip, Jay, Colton dan Cory keluar dari backstage menuju ke lobby yang sudah dipenuhi oleh fans The Skippers. Heejun berjalan paling depan dengan penuh percaya diri.
“Hai semua!” sapa Heejun sambil merentangkan tangannya lebar – lebar.
“ah… itu Oppa Han!” kata seorang fans.
“Colton, Cory, Jay, Phillip…” fans meneriakkan nama mereka bergantian.
Fans – fans itu berlaian kearah The Skippers. Heejun sudah bersiap. Ternyata Fans – fans melewati Heejun dan berlari kearah Heeseung, Phillip, Jay, Colton dan Cory yang berada dibelakang Heejun. Mereka meminta foto dan tanda tangan Heeseung, Phillip, Jay, Colton dan Cory. Heejun terlihat lemas seketika.
“Oppa Han, aku minta foto bareng ya??” ujar fans kepada Heeseung.
“Tapi aku kan Manager, yang vokalis itu Heejun, dongsaeng aku!” jawab Heeseung.
“Tapi aku ngefansnya sama Oppa! Boleh ya??”
“Ya udah sini sekali aja ya!”
“Ini ga adil!!” ujar Heejun dengan gaya sinetron.

Basecamp The Skippers
Semua sudah didalam kamarnya masing – masing. Heejun, duduk ditempat tidurnya, masih memikirkan kejadian di lobby. Ia mulai membicarakannya dengan Phillip, yang sedang tidur desebelahnya.
“Phil, gue binggung. Emang gue kurang unyu apa sampe cewe – cewe ga ada yang ngejar gue?? Lu, Jay, Cory, sampe Hyung gue punya fans. Apalagi Colton, fansnya paling banyak. Tapi aku ga punya fans. Fans, tanpa mu aku galau” ujar Heejun ala iklan. Korban iklan.
“zzzz….”
“PP, gue curhat kok lu diem aja?? Jawab PP, jawab!!” Heejun makin lebay.
“zzzz…”
“Ya udah kalo lu ga mau bantuin gue, gue mikir sendiri!” Heejun kesal.
Heejun mulai berfikir. Ia lalu teringat dengan kejadian sebelum konser mereka.

2 jam sebelum konser.
The Skippers sedang bersiap – siap sebelum konser. Cory, personil paling tinggi, sedang merapihkan rambutnya didepan kaca. Dibawahnya, Jay, personil paling pendek, sedang menata poninya. Phillip, personil yang paling cuek penampilannya, duduk disofa sambil memainkan gitarnya. Colton sedang menata rambutnya dengan wax. Heejun datang menghampiri Colton.
“Belum kelar juga lu?? Lama bener pake wax doang!!” Tanya Heejun.
“Harus lama dong! Daya tarik gue ka nada di rambut gue, kalo ga bener cewe – cewe mana ada yang mau sama gue!”  jawab Colton.

Kembali ke kamar Heejun dan Phillip
“Aha!! Gue tau rahasianya Colton sekarang!!” Heejun telah kembali dari lamunannya dengan membawa ide.
Heejun dengan cepat turun dari tempat tidurnya berlari kearah meja dan mengambil gunting. Ia langsung berlari keluar dari kamarnya.
Keesokan harinya…
“Aaaaaaaa…” teriakan Colton memecahkan keheningan di pagi hari.
Heeseung, Phillip, Jay, Cory langsung berlari ke kamar Colton. Colton sedang berdiri didepan cermin ketika mereka datang. Terlihat Colton dengan wajah panic, sedih dan emosi.
“ Kenapa lu pagi – pagi udah teriak??” Heeseung
 “Ini liat, ada yang motong poni gue semalem!!” jawab Colton sambil menunjukan rambutnya yang sudah tidak memiliki poni lagi.
“hah?! Siapa yang iseng motong poni lu??” Tanya Phillip.
“Jay, lu ya yang motong poninya Colton buat nambahin poni lu??” kata Cory
“Ngapain?? Gue udah punya!!”
“Terus siapa??” kata Colton memelas.
Disaat yang sama, Heejun lewat didepan kamar Colton sambil membawa cangkir berisi kopi. Ia lewat sambil bersiul. Ia berhenti sebentar di depan kamar Colton. Lalu, melihat kedalam dengan wajah tak berdosa. Heeseung, Phillip, Jay, Colton dan Cory langsung bertatapan. Tanpa dikomando mereka langsung berlari keluar sambil berteriak.
“HEEJUUUUUUUUUN!!!!” teriak Heeseung, Phillip, Jay, Colton dan Cory kompak.
Base camp Westlife
Personil Westlife masih tertidur. Shane dan Nicky tidur dalam satu kamar. Brian, dan Kian dalam satu kamar. Dan Mark tidur sendiri di sofa. Ronan Keating, Mentor sekaligus Vocal Coach Westlife, datang. Saat melihat keadaan ruangan yang kacau balau ia hanya bisa geleng – geleng.
“pantas ga ada yang sanggup jadi manager mereka!” piker Ronan.
Ronan lalu masuk kekamar Shane dan Nicky. Ronan lalu mambangunkan Shane. Shane membuka mata lalu duduk dan tidur lagi. Ronan kembali menggeleng – gelengkan kepala. Lalu Ronan membangunkan Nicky. Nicky terbangun kemudian duduk di pinggir tempat tidur. Setelah Nicky bangun, Ronan keluar kamar menuju ke sofa tempat Mark tidur. Nicky keluar dari kamar kemudian ke kamar mandi.
 “Mark ayo bangun, kita mau meeting jam 8, sekarang udah jam 7.”
“Gue ga mau bangun sebelum Brian bangun.” Igau Mark
Ronan lalu berjalan ke kamar Brian dan Kian. Ronan membangunkan Brian.
“Brian, bangun! Mark ga mau bangun sebelum lu bangun.”
“Em, iya” saut Brian.
“Kian bangun! Lu kan paling lama ngurus poni, kita meeting jam 8 sekarang udah jam 7”
“iya…” saut Kian.
Kian dan Brian sudah bangun, Nicky juga sudah mandi, tinggal Mark dan Shane. Kedua orang itu membuat Ronan pusing. Ronan kembali menuju ke tempat Mark tidur. Ronan kembali mencoba membangunkan Mark.
“Mark, ayo bangun, Brian udah bangun, Nicky udah mandi, Kian lagi sarapan kapan lu mau bangun??”
“Mmmm… zzzz…”
“Brian, Kian, Nicky, bantuin gue bangunin Shane sama Mark!!!” Ronan teriak.
“Gue belum selesai mandi” teriak Nicky dari kamar mandi.
“Gue nyerah kalo bangunin mereka berdua, mending bangunin orang mati sekalian deh!”  kata Brian
“Gue lagi benerin poni gue nih!” teriak Kian dari kamarnya.
“Tapi lu kan belum mandi?!” Tanya Ronan.
“Biarin, yang penting poni gue eksis!”
Ronan kemudian mengambil HP, kemudian menelpon seseorang.
“Jade, lu kapan sampenya?? Gue udah pusing bangunin Shane sama Mark!!”
“Tenang, aku udah di depan ini, Bos!”
“Ya udah masuk aja lu, tadi pintunya ga gue kunci.”
Jade masuk ke dalam basecamp. Ronan langsung berteriak ketika melihat Jade.
“AKHIRNYA DATANG JUGA!! Gue udah ga sanggup bangunin 2 orang iu!!”
“Siapa dia??” Kian, Brian, dan Nicky kompak”
“Udah kenalannya entar aja, yang penting Mark sama Shane bangun dulu”
“ada lakban ga??” Tanya Jade.
“Buat apa??” Ronan, Kian, Brian, dan Nicky kompak.
“Ih, lucu kompak banget! Bikin boyband aja namanya Westzone atau Boylife!!”
“Udah!!” Ronan, Kian, Brian, dan Nicky kompak.
“ya udah, makanya cepetan lakban dulu!”
Nicky berlari mengambil lakban di kamarnya. Jade berjalan menuju kamar Shane. Ronan, Kian, Brian menikuti dibelakang Jade. Nicky menyusul membawa lakban. Jade membuka lakban yang diberikan oleh Nicky. Jade lalu menempelkan lakban itu pada kaki Shane lalu dengan cepat menariknya. Shane langsung berteriak.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………” teriak Shane kesakitan.
“auuuww…” Ronan, Kian, Brian, dan Nicky kompak.
“yes, satu berhasil! Satu lagi”
Jade berjalan keluar. Ronan, Kian, Brian, dan Nicky mengikuti Jade ketempat Mark. Shane mengikuti sambil merintih kesakitan. Jade mengulang cara yang tadi ia gunakan untuk Shane, tapi Mark tidak juga bangun.
“aneh! Untung gue smart! Semua tarik kaki Mark!” perintah Jade pada Ronan, Kian, Brian, dan Nicky.
Ronan, Kian, Brian, dan Nicky menarik kaki Mark sampai Mark terjatuh dari sofa. Mark akhirnya terbangun. Jade jongkok didekat Mark. Jade dan Mark bertatapan mata.
“selamat pagi, sleeping prince!” sapa Jade
“waw ,gue mimpi ya?! Tumben banget bangun di basecamp pemandangan pertamanya cewe?? Biasanya kalo ga Ronan, Kian, Brian, Nicky, sama Shane!!”.
“BANGUN CEPETAN!! Ga usah pake gombal!!” Jade kesal. Melemparkan bantal yang ada di sofa ke wajah Mark. Berdiri lalu pergi meninggalkan Mark.
 Mark memegang kakinya.
“kok perih ya kaki gue?? Loh bulu kaki gue kok ilang sebelah??” Mark bingung.
“dasar kebo!!” Ronan, Kian, Brian, dan Nicky kompak.
Ronan, Kian, Brian, dan Nicky lalu pergi meninggalkan Mark yang masih mengelus – elus kaki dan kepalanya antara sakit dan bingung.

No comments:

Post a Comment