Heeseung,
Jade, Ryan, Matthew, Karen dan beberapa kru yang lain baru selesai meeting.
“Sekarang
kita kumpulin dulu mereka. Buat acara pertama sebelum latihan.” Jelas Ryan.
“Gue
sama Mr. Matt ikut siapa?!” tanya Karen.
“Ikut
gue. Biar Jade sama Heeseung yang manggil mereka.” Jawab Ryan.
Karen
dan Matthew mengikuti Ryan. Sedangkan Heeseung dan Jade mulai mencari The
Skippers dan Westlife. Mereka mencari didalam resort. Tetapi keberadaan The
Skippers dan Westlife belum terlihat. Saat melewati jendela yang menghadap ke
laut, Jade langsung berhenti.
“Kenapa??”
Tanya Heeseung.
“Kayaknya
aku tau deh dimana mereka.”
Di
pantai depan resort
Saat
Jade dan Heeseung sampai dipantai, ternyata The Skippers dan Westlife memang
berada disana. Mark memakai kacamata hitam, topi dan iPod bersantai (tidur)
diatas pasir. Kian sedang berselancar. Brian dan Nicky sedang memancing di
dermaga kecil. Shane memegang gulungan kertas sambil memandang istana pasir
yang baru dia buat. Wajahnya terlihat sedang berpikir. Di belahan pantai yang
lain, terlihat Phillip baru selesai mengubur Cory di dalam pasir. Hanya kepala
Cory yang berada diatas pasir. Jay sedang berenang dan Colton sedang naik
Jetsky. Tetapi Heejun tidak terlihat.
“Huft,
cape juga gue ngubur lu.” Kata Phillip.
“Makanya,
punya badan jangan terlalu kurus. Gitu doang cape.” Kata Cory.
“Badan
lu tuh kegedean!! Kalo lu mati kasian orang yang gali lubang buat ngubur lu!!
Hahaha…”
Jade
dan Heeseung berpisah kearah yang berbeda. Jade mendatangi Mark yang sedang
tidur. Jade menutup hidung Mark sehingga Mark tidak bisa bernafas. Mark pun
bangun.
“Eh,Jade
lagi! Beneran jodoh kita ini sepertinya.”
Tanpa
berbicara, Jade langsung melemparkan pasir kewajah Mark. Mark langsung batuk –
batuk.
“Udah,
cepetan panggil Brian sama Nicky!! Gue panggil Shane sama Kian!!”
“Oke!”
jawab Mark.
Jade
bejalan mendekati pinggir pantai.
“KIIIIIIIAAAAAAAAANNNNN…”
jade berteriak memanggil Kian.
Kian
melihat kearah Jade dan menghentikan berselancar.Kian kemudian berenang sambil
membawa papan selancarnya. Jade mendatangi Shane yang masih serius memandangi
istana pasirnya.
“SHAAAANNNEEEEE…”
teriak Jade.
Shane
tidak menghiraukan panggilan Jade. Ia malah serius dengan istana pasirnya. Jade
lalu berlari mendekati Shane.
“Shane…”
kata Jade.
Shane
masih terdiam focus dengan istana pasirnya. Jade lalu menginjak istana pasir
Shane. Shane baru kembali kedunia nyata.
“Loh
Jade, Istana gue kok lu ancurin??” Tanya Shane.
“Lu
dari tadi gue panggilin juga, malah ngeliatin istana!! Eh, kertas apaan itu??”
kata Jade sambil menunjuk kearah gulungan kertas yang ada ditangan Shane.
“Oh,
ini desain istana pasir yang tadi gue bikin. Tuh, bagus kan istana pasir gue??”
kata Shane sambil menunjukan gambar yang ada di kertasnya.
“Istana
pasir aja pake di gambar dulu?!” Jade bingung.
“Lu
kenapa manggil gue?? Segitu penting kah sampai istana gue lu ancurin??”
“Kita
semua disuruh ngumpul di dalam! Buru!!”
Heeseung
mendekati tempat Phillip dan Cory. Dia lalu membunyikan peluit untuk memanggil
Jay, dan Colton yang sedang berada di laut. Colton dan Jay langsung kembali ke
pantai dan langsung ikut berkumpul.
“Tunggu!
1, 2, 3, 4. Heejun mana??” Tanya Heeseung bingung.
“Itu…”
kata Phillip sambil menunjuk ke ata pohon kelapa.
Heeseung
langsung melihat keatas dan kaget.
“Hai,
Riseung! Kangen ya sama Dongsaengnya yang paling tampan?!” kata Heejun sambil
melambai dari atas pohon kelapa.
“Turun
lu, kita semua disuruh ngumpul didalam. Lu semua ganti baju terus lansung
keruangan tempat ngumpul. Gue mau ke toilet dulu.”
Setelah
Heeseung pergi.
“Gue
duluan ya. Ga enak abis berenang mau mandi dulu.” Kata Jay.
“Gue
juga.” Kata Colton.
“Ih
badan gue gatel gara – gara manjat pohon kelapa. Gue juga mau mandi”
“Heejun
tunggu, gue juga mau mandi. Ga enak badan gue keringetan abis macul.” kata
Phillip
“PP,
gue gimana keluarnya ini??” Tanya Cory.
“Gue
cape gali pasir buat lu tadi. Lu sekarang keluar sendiri ya?? Bye… bye… Cory!!
Hahaha…” kata Phillip sambil berlari menyusul Heejun.
“PP,
masa gue ditinggal sih?? Tolong… tolong…” teriak Cory memelas.
Meeting
Point Room.
Westlife
dan The Skippers (minus Cory) sudah berkumpul di dua sisi ruangan yang berbeda.
Masing – masing sisi memiliki sebuah sofa. Sambil menunggu, Kian dan Brian yang
membawa gitar memainkan lagu “More than words” sedangkan yang lain bernyanyi.
The Skippers tidak mau kalah. Phillip dan Jay dengan gitarnya memainkan lagu “I’m
yours”. Tiba – tiba pintu terbuka. Ternyata, yang masuk adalah Cory. Cory masuk
dengan wajah cemberut. Ia masuk, lalu menatap teman – temannya dengan tatapan
yang tajam. Sementara itu, the Skippers malah membalas tatapan Cory dengan
menahan tawa. Cory berjalan ke arah Westlife. Ia langsung duduk di tempat yang
kosong disebelah Mark.
“Eh,
lu ngapain duduk di tempat yang gue sediain buat Jade?!” kata Mark.
“Tau,
lu kan bukan personil Westlife!! Pergi lu.” Usir Kian.
“Pergi
lu, hush… hush…” kata Nicky.
“Hush…
hush…” kata Shane dengan gerakan seperti mengusir ayam.
“Pergi
lu! Gue lempar gitar nih!!” kata Brian sambil mengangkat gitarnya.
Tanpa
mengucapkan sepatah kata, Cory berdiri lalu pergi ke tempat The Skippers.
Melihat Cory diusir oleh Westlife, personil The Skippers yang lainnya langsung
tertawa terbahak – bahak. Cory duduk ditempatnya dengan wajah cemberut.
Ryan,
Matthew, Karen, Jade dan Heeseung masuk kedalam ruangan.
“Siang
semua! Siang ini kita mau nentuin kamar kalian. Jadi, nanti The Skippers dan
Westlife jadi roommate. Siap ya.” Jelas Ryan.
“Yes
Sir!!” Nicky, Kian, Brian, Shane dan Mark bersamaan.
“Yang
pertama. Brian Mc. Fadden dari Westlife sama Phillip Phillips dari The
Skippers. Shane Filan dari Westlife sama Cory Monteith dari The Skippers. Kian
Egan sama Colton Dixon. Nicky Byrne dari Westlife. Jay Chou dari The Skippers.
Yang terakhir Mark Feehily sama Heejun Han.”
Wajah
The Skippers dan Westlife langsung kaget mendengar nama roommate mereka.
“Tunggu,
gue mau tukeran kamar boleh ga?? Gue maunya sam Jade!!” teriak Mark.
“GA
BISA, GA MAU, DAN GA AKAN PERNAH!!” jawab Jade.
“Keluar
dari sini, Westlife ke studio band sama Mr. Matt. The Skippers ke studio dance
sama Karen.”
“Tunggu
– tunggu, ga ke balik tuh?? Masa kita ke studio dance?!” Tanya Cory bingung.
“Iya
bener, kalo mau bunuh kita langsung aja, ga perlu nyuruh kita latihan dance
bareng Cory!!” teriak Heejun.
“Tenang
– tenang. Kalian kesini emang untuk tukeran. Westlife jadi band boy. The
Skippers jadi boyband.” Jelas Matthew.
“WHAT?!?!”
The Skippers kompak.
“Loh,
anak Westlife kok cuek aja mau jadi band?!” Tanya Karen bingung.
“Oh
jelas! Mark, Brian sama gue bisa main piano dan gitar…” jawab Kian.
“Dan
gue bisa main bola!!” potong Nicky.
Brian,
Shane, Mark, dan Kian langsung menatap Nicky dengan tatapan yang tajam.
“Hehehehe…”
Nicky tertawa.
“Sekarang,
ayo mulai latihan!” perintah Ryan.
“Terus
kita berdua ngapain?!” Tanya Jade dan Heeseung.
“Terserah
lah, mau ngawasin yang pada latihan boleh, jalan – jalan juga boleh” jawab
Ryan.
“What?!
Jade ga boleh jalan – jalan sama cowo lain selain gue!!” kata Mark.
“Siapa
lu?! Bokap bukan, kakak bukan, teman juga terpaksa gue, pacar apalagi bukan!!”
jawab Jade.
“…”
Mark diam.
Studio
Band
Nicky,
Kian, Brian, Shane dan Mark duduk dibawah memperhatikan Matthew yang sedang
menjelaskan di depan.
“Siapa
penyanyi terbaik di Westlife??” Tanya Matthew.
Nicky,
Kian, Brian mengacungkan tangan mereka.
“Saya!”
jawab Shane.
“Ehm…
ehm…” Mark pura – pura batuk.
“Aduh,
pusing juga ternyata ngajar Westlife!” pikir Matthew.
“Kalau
gitu pertanyaannya saya ubah. Siapa yang ga bisa main alat music??” Tanya
Matthew.
Nicky,
Kian, Brian, dan Mark langsung menunjuk ke Shane.
“Oke,
kalau begitu Shane jadi vokalis, sisanya menempati alat music yang tersedia.”
Nicky
langsung berlari ke belakang drum. Mark duduk di kursi piano. Brian dan Kian
mengambil gitar yang sama.
“gue
duluan yang pegang gitar, lu bass aja!!” kata Brian.
“Apaan?!
Orang gue duluan lu aja yang pegang bass.” Balas Kian
“Heh
kalian malah ribut! Udah suit aja sana!” saran Matthew.
Kian
dan Brian pun suit. Dan Kian menjadi pemenangnya. Jadi, Kian memengang gitar
dan Brian bass.
“Sekarang,
kalian mau bawain lagu apa??”
“Metalica!!”
jawab Kian.
“Extreme!!”
jawab Brian.
“Michael
Jackson!!” jawab Shane.
“Coldplay!!”
jawab Mark
“Beatles!!”
jawab Nicky.
“Ga
bisa, Metalica!” “Extreme!!” “MJ!!” “Coldplay!!” “Beatles!!” Nicky, Kian,
Brian, Shane dan Mark berdebat.
“Aduh…
bisa lama kalo gini caranya” kata Matthew sambil menggeleng – gelengkan
kepalanya.
Studio
Dance
Karen
menjelaskan didepan Heejun, Phillip, Cory, Jay dan Colton yang sedang berdiri.
“Coba,
siapa yang pernah ngedance sebelumnya??” Tanya Karen.
Jay
maju ke depan. Jay lalu mempraktekan beberapa gerakan hip – hop dance. Setelah
selesai, Heejun, Phillip, Cory, Colton dan Karen bertepuk tangan.
“Hm…
ternyata penampilan lu sesuai sama dance lu yang cenderung hip –hop. Siapa lagi
sekarang??” kata Karen.
“Kita
bertiga!” kata Heejun sambil menujuk Phillip dan Colton.
Mereka
bertiga lalu maju ke depan.
“1…
2… 3…” Heejun member aba – aba.
“Iwak
peyek… Iwak peyek… Iwak peyek… nasi jagung…” Heejun, Phillip dan Colton
menyanyi lagu trio macan sambil menirukan gerakannya.
“STOP!!!
Apa – apaan nih?!” Karen kesal.
“Loh
tadi kan suruh ngedance?!” kata Phillip polos.
“Tapi
ga gitu juga kali?!” kata Karen.
“Terus
gimana?!” Tanya Colton bingung.
“Ah,
udah. Lu aja sekarang. Kalo lu ancur juga kayak mereka kalian semua dihukum
latihan dance sampai jam makan malam.”
“Yah,
ga usah dicoba deh Cory. Mending langsung di hukum aja kita.” Kata Heejun.
“Iya,
langsung aja deh hukumannya.” Kata Colton.
“Loh,
emang kenapa??”Karen bingung.
“Dancenya
Cory lebih berbahaya dari kungfu –nya Bruce Lee.” Jelas Phillip.
“Ah,
asem! Gue di kata – katain!” kata Cory.
“Ya
udah, kalo gitu kalian semua di hukum.”
“gue
enggak kan?! Tadi gue kan bisa!” Tanya Jay.
“Ga,
lu tetep kena hukuman kaya yang lainnya.”
“Loh
kok gitu?!”
“Kan
kita tim! Hahaha…” Cory, Heejun, Phillip dan Colton kompak.
Relax
Room
Heeseung
sedang memainkan lagu “A song for you” dengan harmonikanya. Jade masuk
keruangan itu. Lalu mendengarkan permainan harmonika Heeseung. Setelah Heeseung
selesai bermain, Jade baru mendekati Heeseung.
“Aiden
oppa lagi kangen ya sama pacarnya?? A song for you kan lagu buat orang yang
lagi kangen.” Tanya Jade.
“Ah
engga! Aku cuma iseng main lagu itu. Eh, kamu kok tau lagu itu, itukan lagu
lama??”
“Hahaha…
aku justru suka lagu – lagu lama. Kayak Frank Sinatra aku suka banget sama fly
me to the moon.”
“Wah,
jarang ada cewe yang tau lagu itu.”
“Kata
orang, selera musicku itu lebih tua dari umurku.”
“Kalo
gitu kita sama dong! Cuma bedanya, orang bilang adikku lebih tua dari aku!”
“hahaha…”
Jade dan Heeseung tertawa bersama.
No comments:
Post a Comment