Sore
Harinya di studio dance…
The
Skippers yang sedang menjalani hukuman yang diberikan oleh Karen. Mereka
berlatih tanpa pengawasan Karen. Jay terlihat mulai emosi mengajarkan gerakan
pada Cory. Colton dan Phillip duduk karena kelelahan.
“Aduh,
Cory! Kapan selesainya kita kalo lu salah terus?!” kata Phillip yang mulai
kelelahan.
“Bener
kata PP. Coba kalo lu tadi bisa ngedance, kita pasti ga bakal di hukum.” Kata
Heejun.
Westlife
yang baru selesai latihan band sedang menuju ruang makan melewati studio dance.
Kian tidak sengaja mendengar kata – kata Heejun. Ia lalu memanggil Brian,
Shane, Nicky, dan Mark. Mereka lalu mengintip kegiatan The Skippers.
“Loh
kok jadi gue?! Lu juga tadi sama PP ma Colton ngapain joget – joget ala trio
macan?!”
“Kok
jadi nyalahin kita sih?!” kata Colton.
“Udah,
jangan berantem! Kapan selesainya kita kalo lu berantem?? Mending latihan lagi
sekarang.” Kata Jay.
Jay
kemudian memimpin teman – temannya berlatih koreo. Heejun, Phillip dan Colton
sudah mulai bisa mengikuti gerakan Jay. Hanya Cory yang masih berantakan
(cenderung hancur lebih tepatnya). Kian, Brian, Shane, dan Nicky menahan tawa
mereka dari balik pintu.
“Ternyata
ada yang dancenya lebih ancur dari Mark.” Bisik Brian.
“Iya
bener! Ancur banget!” jawab Shane berbisik.
“Hahahaha…
berarti worst dancer in the world bukan gue dong?! Hahaha…” Mark tertawa.
“Hahahahahahaha…”
Brian, Shane, Nicky, dan Kian akhirnya tidak bisa menahan tawa.
Kian,
Brian, Shane, Nicky, dan Mark tertawa terpingkal – pingkal sampai terdengar
oleh The Skippers. Jay lalu menghentikan latihan mereka.
“Lu
ngapain ngintip kita latihan?!” kata Jay.
“Iya,
masuk sini kalo berani?!” tantang Cory.
“Emang
lu bisa Dance apa?!” teriak Heejun.
“Eh,
nih anak nantangin kita!” kata Kian.
“Ga
tau dia, Nicky sama Shane pernah menang kompetisi Dance.” Kata Brian.
“WHAT?!”
Heejun, Phillip, Colton, Cory, dan Jay kaget.
Nicky
dan Shane bergaya seperti pemain tinju yang sedang mempersiapkan diri. Mark
memijat pundak Shane. Brian memijat pundak Nicky. Sedangkan Kian menirukan gaya
pelatih yang sedang memberikan arahan.
“Wah,
mereka serius kayaknya!” bisik Colton.
“Ah,
paling Cuma Nicky sama Shane doang yang bisa dance, yang lainnya engga!” kata
Heejun.
“Tapi…”
belum sempat Phillip berbicara, Heejun sudah memotong.
“Ah,
paling cuma berdua doang kan yang bisa sisanya ga bisa?!”
“Eh,
tapi walaupun mereka Cuma dua orang yang bisa dance kita tetap kalah, kan Cuma
Jay doang yang bisa dance?!” kata Colton.
“Iya
bener kata Colton! Parah lu!” kata Jay. Phillip dan Cory mengganguk tanda
setuju.
“Kata
siapa Cuma gue sama Nicky doang yang bisa dance?! Kian sama Brian juga bisa!!”
teriak Shane.
“Dan
walaupun Mark paling ancur diantara kita berlima, seengganya dia masih lebih
baik dari Cory!!” tambah Nicky.
“Kasian
banget gue dibandingin sama orang kayak dia!” kata Mark sambil menunjuk Cory.
“Kita
juga bisa nyanyi sambil ngedance!!” tambah Kian.
“Mati
deh kita!!” pikir Colton, Phillip, dan Cory.
“MUSIK…”
teriak Shane.
Mark
memasangkan iPodnya pada speaker yang terdapat di studio. Lalu ia memasang lagu
“Hit you with the real thing” . Shane, Nicky, Brian, dan Kian sudah siap di
depan stand mic. Saat music mulai Mark juga sudah berdiri di depan stand mic.
Mereka pun langsung benyanyi sambil dance. Di antara Shane, Nicky, Brian, Mark,
dan Kian memang terlihat hanya Mark yang agak kesulitan mengikuti gerakan.
Namun, tentu saja gerakan Mark jauh lebih baik dari Cory. Colton, Phillip, dan
Cory tercengang melihat Westlife beraksi. Hanya Heejun dan Jay yang terlihat
santai. Di dalam hati Heejun, sebenarnya ia juga tercengang melihat
kemampuan dance personil Westlife. Begitu Westlife selesai, Colton, Phillip, dan
Cory langsung bertepuk tangan.
“WAW…”
kata Colton, Phillip, dan Cory sambil bertepuk tangan dengan ekspresi kagum.
“Ah
biasa aja tuh!” kata Heejun dengan ekspresi datar.
“Sekarang
giliran gue! Music…” kata Jay.
Heejun
lalu memutarkan lagu “Smooth Criminal” dari Michael Jackson. Jay lalu mulai
dance mengikuti gerakan Michael Jackson.
“Yah,
ini sih Shane juga bisa!!” kata Brian.
Shane
lalu maju. Ia juga mempraktekan gerakan Michael Jackson lengkap dengan gerakan
moonwalk. Jay yang tidak mau kalah, melanjutkan gerakannya. Karena terlalu
serius dengan battle dance, mereka tidak menyadari Karen sudah ada di dalam
studio. Ia berdiri di belakang para personil Westlife.
“Ehm…
Ehm…” kata Karen sambil menepuk pundak Kian.
“Apaan
sih?!” kata Kian sambil menyingkirkan tangan Karen dari pundaknya.
“EHM…”
Karen mengencangkan suaranya sambil kembali menepuk pundak Kian.
“APAAN
SIH?!” Kian juga mengencangkan suaranya sambil menyingkirkan tangan Karen dari
pundaknya.
“EHM…!!!”
Karen berteriak.
“IYA
KENAP…” Kata – kata Kian terpotong karena ia terkejut melihat Karen yang ada
dibelakangnya.
Seisi
ruangan terkejut melihat Karen sudah ada di dalam studio. Heejun langsung
mematikan music.
“Kalian
gue suruh latihan kenapa malah battle dance sama anak Westlife?!” kata Karen
emosi.
“Bukan
kita, tapi Jay doang yang battle lawan Westlife.” Kata Cory.
“Betul,
kita Cuma nonton ga ikutan.” Tambah Colton.
“Sama
aja!! Gue kan tadi nyuruh kalian latihan bukan nonton battle dance!! Hukuman
buat kalian gue tambah!!”
“Ehm…
kita pamit dulu ya… bye…” kata Mark sambil keluar perlahan dari ruangan.
“Bye…”
kata Shane, Kian, Nicky, dan Brian mengikuti Mark.
“Siapa
bilang Westlife bebas hukuman?!” kata Karen.
“WHAT?!”
Mark, Shane, Kian, Nicky, dan Brian kompak.
Lapangan
depan resort
Karen,
Jade, Heeseung dan Matthew sedang menikmati langit malam hari dan juga cemilan
mereka. Karen sedang makan es krim rasa coklat. Jade sedang menikmati milk
shake coklat. Heeseung sedang makan Cheese burger. Sedangkan Matthew memakan
keripik kentang.
“Ah…
cape juga ngajarin anak Westlife ngeband.” Kata Matthew.
“Masih
mending, daripada ngajar Cory ngedance?!” kata Karen.
“Seenggaknya
kalian ga usah ngurus mereka tiap hari.” Kata Jade.
“Seenggaknya
kalian ga tinggal satu rumah sama salah satu dari mereka selama 23 tahun!!”
kata Heeseung.
Sementara
itu, di depan Karen, Jade, Heeseung dan Matthew, The Skippers dan Westlife
sedang menjalani hukuman yang diberikan oleh Karen. Mereka berdiri dengan satu
kaki sementara tangan mereka menjewer telinga masing – masing.
“Riseung…
kapan kita selesai dihukum?? Lapar… nanti kalo dongsaeng tersayang lu jadi
kurus terus ga lucu lagi gimana?!” kata Heejun memelas.
“Jade…
kapan hukuman kita selesai?? Gue lemas belum makan malam…” kata Nicky.
“Aiden!
Masa lu tega sama sahabat lu dari SMA?! Gue kan lapar…” kata Cory memohon.
“Jade…gue
mau milkshake lu!!” pinta Brian.
“Huaaaaaa…”
Colton menguap dengan lebarnya.
“Aduh,
anginnya ga bersahabat sama poni gue.” Kata Kian.
“Huaahuuuuu…”
Phillip bersin dengan kencangnya.
“Lapaaaar…”
kata Shane lirih.
“Aduh,
gue sakit perut mau ke toilet!!” teriak Jay.
“Ah,
kalian ini! Cowo atau bukan sih manja banget!! Gue aja biasa ga makan malam
doang!!” kata Mark.
“Bener?!”
kata Jade sambil berjalan mendekati Mark dengan milkshake ditangannya.
“Padahal
gue baru mau ngasih lu.” Kata Jade sambil menyedot milkshakenya.
“Jade…”
kata Mark lirih.
“Karen,
es krim lu rasa apa??” Tanya Cory.
“Coklat,
emang kenapa??” kata Karen sambil berjalan mendekati Cory.
“Beneran
coklat?!” kata Shane sambil menahan air liurnya.
“Iya
dong, masa bohong?! Mau coba??”
Karen
mendekati Shane sambil memberikan sesendok es krim. Belum sempat Shane membuka
mulutnya, Karen sudah menarik kembali es krim itu.
“Enak
aja!!” kata Karen.
“Riseung,
bagi cheese burger lu dong…” Heejun memohon.
“Iya,
Aiden! Gue lapar!” kata Cory.
“Peraturannya
kalian ga boleh makan malam. Titik.” Jawab Heeseung.
“Jade,
milkshake lu mungkin ada racunnya, sini gue coba dulu!” kata Brian.
“Daritadi
gue minum baik – baik aja tuh gue!!”
“Iya
Jade! Mending gue coba dulu, gue kan sayang sama lu, nanti kalo lu kenapa –
kenapa gue juga yang repot!” kata Nicky.
“Heh,
Jade punya gue!!” bentak Mark.
“Heh,
emang di jidat gue udah ada cap ‘MARK’S Property’ apa?! Sembarangan aja lu
bilang gue punya lu!!” kata Jade marah – marah.
“Karen,
gue mau ke toilet sebentar boleh ga??” Tanya Jay.
“GA!!”
jawab Karen.
“Karen,
tangan gue mau benerin poni boleh ya??” pinta Kian.
“GA!!”
“Huuuuuaaaaachhhhhuuuu…
Karen, gue ambil jaket gue ya! Sebentar aja, kalo perlu gue ke kamar loncat –
loncat pake 1 kaki! Gue masuk angin nih!!” kata Phillip.
“GA
BOLEH!!”
“Aduh
Karen! Gue ngantuk banget nih.” Kata Colton.
“Bodo,
masalah lu derita lu!!”
“Jade!
Mau ga jadi pacar gue?!?!” teriak Mark.
Tanpa
berkata apapun, Jade langsung melempar bantal yang ada di kursi. Bantal itu
tepat mengenai wajah Mark hingga dia kehilangan keseimbangan dan jatuh. Semua
menahan tawa melihat kejadian itu.
KEESOKAN
HARINYA…
Kamar
Jay – Nicky
Jay
membuat possis kuda – kuda. Ia berlatih pukulan karatenya dikamar. Nicky yang
melihat hal itu tidak mau kalah. Ia lalu memakai sepatu olahraganya. Nicky
kemudian menlakukan pemanasan dengan lari ditempat. Jay lau berhenti dan
memperhatikan Nicky.
“Lu
mau ngapain sih??” Tanya Jay.
“Ya
jogging lah! Emang lu aja yang bisa?!” jawab Nicky ketus.
“Yakin
mau jogging?! Banyak kamera loh di luar!”
“Kenapa
mesti malu banyak kamera?? Jogging itu kan bagus!”
“Bukan
masalah joggingnya, tuh liat!!” kata Jay sambil menunjuk bagian bawah Nicky.
Nicky
ternyata tidak sadar kalau dia hanya memakai boxer bergambar Minnie mouse.
Nicky langsung buru – buru lari ke kamar mandi. Sedangkan Jay tertawa terbahak
– bahak.
Kamar
Cory – Shane
Cory
berada dalam kamar mandi. Ia bernyanyi dengan kerasnya sehingga Shane yang
masih tertidur jadi terbangun. Shane merasakan ada yang tidak beres dengan
perutnya. Ia lalu berdiri dan berlari menuju kamar mandi. Shane lalu mengetuk –
ngetuk kamar mandi dengan kencangnya.
“Woi,
buka woi!! Gue mules!!!” teriak Shane.
“And
I can’t fight this feeling anymore…” terdengar Cory menyanyi dengan suara yang
lebih keras.
“”Woi,
cepetan!!”
“And
if I have a wonder, I keeping you inside…” Cory tambah mengeraskan suaranya.
Kamar
Colton – Kian
Kian
sedang merapikan rambutnya dengan gel. Setelah selesai, ia langsung berjalan
keluar sambil bersiul. Di depan pintu, Colton baru kembali dari luar. Mereka
lalu berpapasan. Keduanya hanya diam sambil menatap sinis. Colton lalu berjalan
ke depan wastafel. Ia lalu bercermin. Tangannya mencari wax rambutnya. Begitu
mendapatkanya ia langsung memakainya. Tiba – tiba…
“Kok
wax baunya aneh gini??” kata Colton bingung.
Colton
lalu mencium tempat waxnya. Ia langsung menyadari sesuatu.
“Dasar
poni gila!! Wax gue isinya dicampur sama minyak rem!! Pantesan baunya aneh!!”
teriak Colton kesal.
Kamar
Phillip – Brian
Phillip
masih di atas tempat tidurnya berbaring sambil memegangi perutnya menahan
sakit. Terdengar dari dalam kamar mandi suara Brian yang sedang bernyanyi.
Beberapa saat kemudian, Brian keluar dari kamar mandi, tiba – tiba terdengar
bunyi “Duuuuutt…”
“Heh,
Phill! Lu kentut ya?! Bau banget!!” teriak Brian.
“Iya,
gue masuk angin!”
“Huek…”
kata Brian sambil menutup hidungnya.
Kamar
Heejun – Mark
Mark
baru saja bangun. Ia lalu berjalan ke arah wastafel dengan mata yang masih
setengah terbuka. Saat sampai wastafel, Mark membasuh wajahnya dengan air.
Lalu, ia mengelap wajahnya dengan handuk. Saat Mark melihat ke wastafel, ia
sadar ada satu benda yang hilang dari atas wastafel.
“Pasti
anak tuyul itu yang mindahin!!” pikir Mark kesal.
Heejun
keluar dari kamar mandi sambil bersiul. Mark langsung menatap Heejun dengan
tajamnya.
“Heh,
gendut!! Sikat gigi gue lu pindahin kemana?!” Tanya Mark dengan kesal.
“Sikat
gigi?! Oh, yang di atas wastafel! Gue pindahin ke kamar mandi!” kata Heejun
santai.
“Ngapain
lu pindahin ke kamar mandi?? Entar kalo kena kecoa gimana?!” kata Mark.
“Ah
elah, sikat gigi doang rusuh!!”
“Temen
– temen lu bukannya kecoa?!”
“Eh,
sembarangan lu ngatain temen – temen gue!!”
Dan
mulailah perdebatan antara Heejun dan Mark.

No comments:
Post a Comment