Tuesday, August 7, 2012

Boyband vs. Bandboy PART.5


Sore Harinya di studio dance…
The Skippers yang sedang menjalani hukuman yang diberikan oleh Karen. Mereka berlatih tanpa pengawasan Karen. Jay terlihat mulai emosi mengajarkan gerakan pada Cory. Colton dan Phillip duduk karena kelelahan.
“Aduh, Cory! Kapan selesainya kita kalo lu salah terus?!” kata Phillip yang mulai kelelahan.
“Bener kata PP. Coba kalo lu tadi bisa ngedance, kita pasti ga bakal di hukum.” Kata Heejun.
 Westlife yang baru selesai latihan band sedang menuju ruang makan melewati studio dance. Kian tidak sengaja mendengar kata – kata Heejun. Ia lalu memanggil Brian, Shane, Nicky, dan Mark. Mereka lalu mengintip kegiatan The Skippers.
“Loh kok jadi gue?! Lu juga tadi sama PP ma Colton ngapain joget – joget ala trio macan?!”
“Kok jadi nyalahin kita sih?!” kata Colton.
“Udah, jangan berantem! Kapan selesainya kita kalo lu berantem?? Mending latihan lagi sekarang.” Kata Jay.
Jay kemudian memimpin teman – temannya berlatih koreo. Heejun, Phillip dan Colton sudah mulai bisa mengikuti gerakan Jay. Hanya Cory yang masih berantakan (cenderung hancur lebih tepatnya). Kian, Brian, Shane, dan Nicky menahan tawa mereka dari balik pintu.
“Ternyata ada yang dancenya lebih ancur dari Mark.” Bisik Brian.
“Iya bener! Ancur banget!” jawab Shane berbisik.
“Hahahaha… berarti worst dancer in the world bukan gue dong?! Hahaha…” Mark tertawa.
“Hahahahahahaha…” Brian, Shane, Nicky, dan Kian akhirnya tidak bisa menahan tawa.
Kian, Brian, Shane, Nicky, dan Mark tertawa terpingkal – pingkal sampai terdengar oleh The Skippers. Jay lalu menghentikan latihan mereka.
“Lu ngapain ngintip kita latihan?!” kata Jay.
“Iya, masuk sini kalo berani?!” tantang Cory.
“Emang lu bisa Dance apa?!” teriak Heejun.
“Eh, nih anak nantangin kita!” kata Kian.
“Ga tau dia, Nicky sama Shane pernah menang kompetisi Dance.” Kata Brian.
“WHAT?!” Heejun, Phillip, Colton, Cory, dan Jay kaget.
Nicky dan Shane bergaya seperti pemain tinju yang sedang mempersiapkan diri. Mark memijat pundak Shane. Brian memijat pundak Nicky. Sedangkan Kian menirukan gaya pelatih yang sedang memberikan arahan.
“Wah, mereka serius kayaknya!” bisik Colton.
“Ah, paling Cuma Nicky sama Shane doang yang bisa dance, yang lainnya engga!” kata Heejun.
“Tapi…” belum sempat Phillip berbicara, Heejun sudah memotong.
“Ah, paling cuma berdua doang kan yang bisa sisanya ga bisa?!”
“Eh, tapi walaupun mereka Cuma dua orang yang bisa dance kita tetap kalah, kan Cuma Jay doang yang bisa dance?!” kata Colton.
“Iya bener kata Colton! Parah lu!” kata Jay. Phillip dan Cory mengganguk tanda setuju.
“Kata siapa Cuma gue sama Nicky doang yang bisa dance?! Kian sama Brian juga bisa!!” teriak Shane.
“Dan walaupun Mark paling ancur diantara kita berlima, seengganya dia masih lebih baik dari Cory!!” tambah Nicky.
“Kasian banget gue dibandingin sama orang kayak dia!” kata Mark sambil menunjuk Cory.
“Kita juga bisa nyanyi sambil ngedance!!” tambah Kian.
“Mati deh kita!!” pikir Colton, Phillip, dan Cory.
“MUSIK…” teriak Shane.
Mark memasangkan iPodnya pada speaker yang terdapat di studio. Lalu ia memasang lagu “Hit you with the real thing” . Shane, Nicky, Brian, dan Kian sudah siap di depan stand mic. Saat music mulai Mark juga sudah berdiri di depan stand mic. Mereka pun langsung benyanyi sambil dance. Di antara Shane, Nicky, Brian, Mark, dan Kian memang terlihat hanya Mark yang agak kesulitan mengikuti gerakan. Namun, tentu saja gerakan Mark jauh lebih baik dari Cory. Colton, Phillip, dan Cory tercengang melihat Westlife beraksi. Hanya Heejun dan Jay yang terlihat santai.  Di dalam hati Heejun, sebenarnya ia juga tercengang melihat kemampuan dance personil Westlife. Begitu Westlife selesai, Colton, Phillip, dan Cory langsung bertepuk tangan.
“WAW…” kata Colton, Phillip, dan Cory sambil bertepuk tangan dengan ekspresi kagum.
“Ah biasa aja tuh!” kata Heejun dengan ekspresi datar.
“Sekarang giliran gue! Music…” kata Jay.
Heejun lalu memutarkan lagu “Smooth Criminal” dari Michael Jackson. Jay lalu mulai dance mengikuti gerakan Michael Jackson.
“Yah, ini sih Shane juga bisa!!” kata  Brian.
Shane lalu maju. Ia juga mempraktekan gerakan Michael Jackson lengkap dengan gerakan moonwalk. Jay yang tidak mau kalah, melanjutkan gerakannya. Karena terlalu serius dengan battle dance, mereka tidak menyadari Karen sudah ada di dalam studio. Ia berdiri di belakang para personil Westlife.
“Ehm… Ehm…” kata Karen sambil menepuk pundak Kian.
“Apaan sih?!” kata Kian sambil menyingkirkan tangan Karen dari pundaknya.
“EHM…” Karen mengencangkan suaranya sambil kembali menepuk pundak Kian.
“APAAN SIH?!” Kian juga mengencangkan suaranya sambil menyingkirkan tangan Karen dari pundaknya.
“EHM…!!!” Karen berteriak.
“IYA KENAP…” Kata – kata Kian terpotong karena ia terkejut melihat Karen yang ada dibelakangnya.
Seisi ruangan terkejut melihat Karen sudah ada di dalam studio. Heejun langsung mematikan music.
“Kalian gue suruh latihan kenapa malah battle dance sama anak Westlife?!” kata Karen emosi.
“Bukan kita, tapi Jay doang yang battle lawan Westlife.” Kata Cory.
“Betul, kita Cuma nonton ga ikutan.” Tambah Colton.
“Sama aja!! Gue kan tadi nyuruh kalian latihan bukan nonton battle dance!! Hukuman buat kalian gue tambah!!”
“Ehm… kita pamit dulu ya… bye…” kata Mark sambil keluar perlahan dari ruangan.
“Bye…” kata Shane, Kian, Nicky, dan Brian mengikuti Mark.
“Siapa bilang Westlife bebas hukuman?!” kata Karen.
“WHAT?!” Mark, Shane, Kian, Nicky, dan Brian kompak.

Lapangan depan resort
Karen, Jade, Heeseung dan Matthew sedang menikmati langit malam hari dan juga cemilan mereka. Karen sedang makan es krim rasa coklat. Jade sedang menikmati milk shake coklat. Heeseung sedang makan Cheese burger. Sedangkan Matthew memakan keripik kentang.
“Ah… cape juga ngajarin anak Westlife ngeband.” Kata Matthew.
“Masih mending, daripada ngajar Cory ngedance?!” kata Karen.
“Seenggaknya kalian ga usah ngurus mereka tiap hari.” Kata Jade.
“Seenggaknya kalian ga tinggal satu rumah sama salah satu dari mereka selama 23 tahun!!” kata Heeseung.
Sementara itu, di depan Karen, Jade, Heeseung dan Matthew, The Skippers dan Westlife sedang menjalani hukuman yang diberikan oleh Karen. Mereka berdiri dengan satu kaki sementara tangan mereka menjewer telinga masing – masing.
“Riseung… kapan kita selesai dihukum?? Lapar… nanti kalo dongsaeng tersayang lu jadi kurus terus ga lucu lagi gimana?!” kata Heejun memelas.
“Jade… kapan hukuman kita selesai?? Gue lemas belum makan malam…” kata Nicky.
 “Aiden! Masa lu tega sama sahabat lu dari SMA?! Gue kan lapar…” kata Cory memohon.
 “Jade…gue mau milkshake lu!!” pinta Brian.
“Huaaaaaa…” Colton menguap dengan lebarnya.
“Aduh, anginnya ga bersahabat sama poni gue.” Kata Kian.
“Huaahuuuuu…” Phillip bersin dengan kencangnya.
“Lapaaaar…” kata Shane lirih.
“Aduh, gue sakit perut mau ke toilet!!” teriak Jay.
“Ah, kalian ini! Cowo atau bukan sih manja banget!! Gue aja biasa ga makan malam doang!!” kata Mark.
“Bener?!” kata Jade sambil berjalan mendekati Mark dengan milkshake ditangannya.
“Padahal gue baru mau ngasih lu.” Kata Jade sambil menyedot milkshakenya.
“Jade…” kata Mark lirih.
“Karen, es krim lu rasa apa??” Tanya Cory.
“Coklat, emang kenapa??” kata Karen sambil berjalan mendekati Cory.
“Beneran coklat?!” kata Shane sambil menahan air liurnya.
“Iya dong, masa bohong?! Mau coba??”
Karen mendekati Shane sambil memberikan sesendok es krim. Belum sempat Shane membuka mulutnya, Karen sudah menarik kembali es krim itu.
“Enak aja!!” kata Karen.
“Riseung, bagi cheese burger lu dong…” Heejun memohon.
“Iya, Aiden! Gue lapar!” kata Cory.
“Peraturannya kalian ga boleh makan malam. Titik.” Jawab Heeseung.
 “Jade, milkshake lu mungkin ada racunnya, sini gue coba dulu!” kata Brian.
“Daritadi gue minum baik – baik aja tuh gue!!”
“Iya Jade! Mending gue coba dulu, gue kan sayang sama lu, nanti kalo lu kenapa – kenapa gue juga yang repot!” kata Nicky.
“Heh, Jade punya gue!!” bentak Mark.
“Heh, emang di jidat gue udah ada cap ‘MARK’S Property’ apa?! Sembarangan aja lu bilang gue punya lu!!” kata Jade marah – marah.
“Karen, gue mau ke toilet sebentar boleh ga??” Tanya Jay.
“GA!!” jawab Karen.
“Karen, tangan gue mau benerin poni boleh ya??” pinta Kian.
“GA!!”
“Huuuuuaaaaachhhhhuuuu… Karen, gue ambil jaket gue ya! Sebentar aja, kalo perlu gue ke kamar loncat – loncat pake 1 kaki! Gue masuk angin nih!!” kata Phillip.
“GA BOLEH!!”
“Aduh Karen! Gue ngantuk banget nih.” Kata Colton.
“Bodo, masalah lu derita lu!!”
“Jade! Mau ga jadi pacar gue?!?!” teriak Mark.
Tanpa berkata apapun, Jade langsung melempar bantal yang ada di kursi. Bantal itu tepat mengenai wajah Mark hingga dia kehilangan keseimbangan dan jatuh. Semua menahan tawa melihat kejadian itu.

KEESOKAN HARINYA…

Kamar Jay – Nicky
Jay membuat possis kuda – kuda. Ia berlatih pukulan karatenya dikamar. Nicky yang melihat hal itu tidak mau kalah. Ia lalu memakai sepatu olahraganya. Nicky kemudian menlakukan pemanasan dengan lari ditempat. Jay lau berhenti dan memperhatikan Nicky.
“Lu mau ngapain sih??” Tanya Jay.
“Ya jogging lah! Emang lu aja yang bisa?!” jawab Nicky ketus.
“Yakin mau jogging?! Banyak kamera loh di luar!”
“Kenapa mesti malu banyak kamera?? Jogging itu kan bagus!”
“Bukan masalah joggingnya, tuh liat!!” kata Jay sambil menunjuk bagian bawah Nicky.
Nicky ternyata tidak sadar kalau dia hanya memakai boxer bergambar Minnie mouse. Nicky langsung buru – buru lari ke kamar mandi. Sedangkan Jay tertawa terbahak – bahak.

Kamar Cory – Shane
Cory berada dalam kamar mandi. Ia bernyanyi dengan kerasnya sehingga Shane yang masih tertidur jadi terbangun. Shane merasakan ada yang tidak beres dengan perutnya. Ia lalu berdiri dan berlari menuju kamar mandi. Shane lalu mengetuk – ngetuk kamar mandi dengan kencangnya.
“Woi, buka woi!! Gue mules!!!” teriak Shane.
“And I can’t fight this feeling anymore…” terdengar Cory menyanyi dengan suara yang lebih keras.
“”Woi, cepetan!!”
“And if I have a wonder, I keeping you inside…” Cory tambah mengeraskan suaranya.

Kamar Colton – Kian
Kian sedang merapikan rambutnya dengan gel. Setelah selesai, ia langsung berjalan keluar sambil bersiul. Di depan pintu, Colton baru kembali dari luar. Mereka lalu berpapasan. Keduanya hanya diam sambil menatap sinis. Colton lalu berjalan ke depan wastafel. Ia lalu bercermin. Tangannya mencari wax rambutnya. Begitu mendapatkanya ia langsung memakainya. Tiba – tiba…
“Kok wax baunya aneh gini??” kata Colton bingung.
Colton lalu mencium tempat waxnya. Ia langsung menyadari sesuatu.
“Dasar poni gila!! Wax gue isinya dicampur sama minyak rem!! Pantesan baunya aneh!!” teriak Colton kesal.

Kamar Phillip – Brian
Phillip masih di atas tempat tidurnya berbaring sambil memegangi perutnya menahan sakit. Terdengar dari dalam kamar mandi suara Brian yang sedang bernyanyi. Beberapa saat kemudian, Brian keluar dari kamar mandi, tiba – tiba terdengar bunyi “Duuuuutt…”
“Heh, Phill! Lu kentut ya?! Bau banget!!” teriak Brian.
“Iya, gue masuk angin!”
“Huek…” kata Brian sambil menutup hidungnya.

Kamar Heejun – Mark
Mark baru saja bangun. Ia lalu berjalan ke arah wastafel dengan mata yang masih setengah terbuka. Saat sampai wastafel, Mark membasuh wajahnya dengan air. Lalu, ia mengelap wajahnya dengan handuk. Saat Mark melihat ke wastafel, ia sadar ada satu benda yang hilang dari atas wastafel.
“Pasti anak tuyul itu yang mindahin!!” pikir Mark kesal.
Heejun keluar dari kamar mandi sambil bersiul. Mark langsung menatap Heejun dengan tajamnya.
“Heh, gendut!! Sikat gigi gue lu pindahin kemana?!” Tanya Mark dengan kesal.
“Sikat gigi?! Oh, yang di atas wastafel! Gue pindahin ke kamar mandi!” kata Heejun santai.
“Ngapain lu pindahin ke kamar mandi?? Entar kalo kena kecoa gimana?!” kata Mark.
“Ah elah, sikat gigi doang rusuh!!”
“Kalo sikat gigi gue kena kecoa gimana?! Kan jorok!!”
“Temen – temen lu bukannya kecoa?!”
“Eh, sembarangan lu ngatain temen – temen gue!!”
Dan mulailah perdebatan antara Heejun dan Mark.

No comments:

Post a Comment