Basecamp
Westlife
Westlife
dan Jade sampai di basecamp mereka. Shane langsung masuk kedalam diikuti oleh
Nicky, Kian, Brian, Jade dan Mark. Shane langsung menjauhkan diri ke atas sofa.
“Shane…
gue dataaaaaaaangggg!!” teriak Nicky.
Shane
belum sempat berdiri. Nicky sudah meloncat keatas badan Shane. Kian mengikuti
Nicky, begitu juga Brian.
“Toloooooong!!!
Gue ga bisa nafas!!”
Mark
mengeleng – gelengkan kepalanya. Ia lalu berjalan mendekati tumpukan teman –
temannya itu.
“Kalian
ini, mainannya masih kayak anak – anak. Ga inget umur apa?! Malu lagian ada
Jade juga lu malah kayak gini?!” Mark mengomel seperti ibu tiri. Mark lalu
menoleh kearah Jade. “Iyakan Jade??” kata Mark sambil tersenyum.
Jade
membalas tatapan Mark dengan wajah tanpa ekspresi. Lalu Jade langsung pergi ke
dapur.
“Ah,
Mark, biasanya juga lu ikutan!” kata Brian sambil berdiri.
“Iya,
Mark! Mentang – mentang ada Jade lu jadi jaim” kata Kian setelah ia berdiri.
“Nah
itu dia, gue jaim aja masih galak sama gue, gimana kalo gue kayak kalian??”
“Siapa
tau dia suka sama cowo yang ga ada jaim – jaimnya?! Who’s knows??” Nicky ikut
berkomentar.
“Woi
Nick!! Kalo mau ngobrol berdiri dulu!! Berat tau badan lu!!” teriak Shane yang
masih tertimpa badan Nicky.
Basecamp
The Skippers
Heejun
menaruh gitar Phillip dipundaknya dengan posisi seperti memegang biola. Tangan
kanannya memegang stik drum milik Cory. Ia lalu berlaku seperti orang yang
sedang bermain biola. Heejun berjalan mendekati Jay yang sedang membaca Koran.
“Misi
mas, numpang ngamen…” kata Heejun.
“Maaf
ga ada uang kecil!” jawab Jay.
“Uang
gede juga ga papa…”
Phillip
datang sambil membawa botol plastic yang berisi beras.ia lalu mengocok botol
itu sehingga menghasilkan nada yang tidak beraturan. Phillip lalu bernyanyi
bersama Heejun. Saat mereka sedang bernyanyi, tiba – tiba Cory datang sambil
membawa peluit dan stik drum yang dipegang seperti tongkat satpam.
“PRRRRIIIIIIIT…..”
“Waaaaaaa……
ada TRANTIP, ada TRANTIP!! Kaburrrrr…!!” teriak Heejun dan Phillip sambil
berlari.
“Woi,,,
awas lu jangan kabur!!” teriak Cory sambil mengejar mereka berdua.
Phillip,
Heejun dan Cory berlarian didalam ruangan. Jay tertawa terbahak – bahak melihat
permainan mereka. Colton yang sedang menelpon dikamarnya merasa terganggu.
“Aduh
berisik banget sih! Bentar ya…”
Colton
lalu keluar dari kamarnya. Saat Colton keluar, Heejun yang memanggul gitar
dipundaknya, berbelok didepan kamar Colton sehingga gitarnya mengenai wajah
Colton.
“HEEEEEEJUUUUUUUN…
masalah kita yang tadi pagi belum selesai, lu udah bikin gue ngamuk lagi!!! Lu
juga ngapain sih bikin ribut mulu dirumah!! Ga tau apa gue lagi nelpon!!”
teriak Colton.
Tepat
pada saat itu, Heeseung datang dari lantai atas. Heejun, Phillip, Jay dan Cory
langsung berlari bersembunyi dibelakang Heeseung.
“Eh,
lu pada kenapa sih?? Gila jangan massal kenapa??” kata Heeseung bingung.
“Itu,
Colton lagi dapet!!” kata Cory.
“Iya,
Oppa! Tuh dia lagi ngamuk – ngamuk!” kata Phillip.
“PP,
sejak kapan lu pake rok?? Oppa itu buat cewe manggil cowo yang lebih tua!!”
kata Heejun.
“Oh,
salah ya?!” kata Phillip polos.
“Iya
salah!!” kata Jay.
“Kenapa
jadi lu yang bilang salah?? Yang Korea kan gue??” sahut Heejun.
“Udah,
lu daripada ribut mending packing. Kita mau pergi sebulan.” Heeseung menengahi.
“Emang
kita mau tur??” kata Colton yang sudah mulai tenang.
“Ah,
udah! Entar aja gue kasih tau. Yang penting packing dulu.”
Basecamp
Westlife
“Hah?!
Packing buat sebulan?! Hore kita tur lagi!!” teriak Nicky, Kian, Brian, Shane
dan Mark bersamaan sambil meloncat kesenangan.
“Daripada
lu semua loncat – loncatan, mending lu semua cepetan packing jadi nanti ga ada
yang ketinggalan.” Kata Jade
“SIAP!!”
Nicky, Kian, Brian, Shane dan Mark bersamaan seperti tentara yang sedang
berbaris.
Nicky,
Kian, Brian, dan Shane langsung menuju kamar mereka untuk packing. Hanya Mark
yang tetap disitu bersama Jade.
“Jade,
entar malam lu tidur dikamar gue aja. Kamar gue paling bersih, yang lain pada
berantakan.”
“Iya,
gue udah tau! Ronan udah bilang sama gue! Oh iya, kata Ronan, kamar lu itu
bersih soalnya lu jarang tidur dikamar gara – gara lusering ketiduran di sofa!”
kata Jade datar.
Jade
lalu pergi ke dapur. Nicky keluar dari kamarnya kemudian ke gudang. Kian pergi
kekamar mandi. Tiba – tiba Brian keluar dari kamarnya sambil membawa boxer
berwarna ungu muda.
“Mark,
ini punya lu ya??” Tanya Brian.
“Bukan,
punya Kian kali?? Dia kan roommate lu.”
“Apaan
punya gue?!” Kian yang baru keluar dari kamar mandi bingung.
“Itu
boxer ungu” kata Mark sambil menunjuk kearah Brian.
“Bukan,
coba Tanya Nicky, dia kan suka pake yang aneh – aneh!” jawab Kian.
Nicky
datang dari gudang dengan membawa kopernya.
“Nick,
boxer ini punya lu ya??” Tanya Brian
“Enak
aja, Boxer gue ga ada yang warna ungu! Kalo gambar spongebob ada!”
Shane
membuka pintu kamarnya. Lalu keluar dari kamarnya.
“Maaf
kawan – kawan! Boxer itu punya saya! Hahaha…” kata Shane sambil mengambil
boxernya lalu berlari masuk kekamarnya lagi.
Nicky,
Kian, Brian dan Mark mengeleng – gelengkan kepalanya.
Colton
berkeliling basecamp mencari Phillip. Ia lalu menuju kamar Phillip dan Heejun.
Didalam kamar, Heejun sedang duduk didepan koper besar berwarna hitam.
“Heejun,
lu liat PP ga??”
“Ga
tuh!”
“Lu
udah selesai packingnya?? Cepet banget!”
“Udah
dong! Lu mau liat apa yang gue bawa??”
Heejun
kemudian membuka koper hitam itu. Begitu koper dibuka, Phillip langsung
meloncat keluar hingga Colton kaget.
“Woi,
lu berdua kapan warasnya sih?! Ngerjain gue aja lu kerjanya?!” kata Colton
kesal.
“Huahahahahahahahahaha…”
Phillip dan Heejun tertawa terbahak – bahak.
MALAM
HARINYA…
Di
basecamp Westlife dan The Skipper, seluruh personil sudah tertidur.
Basecamp
Westlife
Di
keheningan malam, 6 orang berpakaian ala ninja masuk dengan cara mangendap –
endap. Mereka mengikat Nicky, Kian, Brian, Shane dan Mark dalam keadaan tidur
dan membawa mereka satu persatu. Nicky, Kian, Brian sempat mencoba melawan,
tetapi ninja – ninja tersebut mengancam Nicky, Kian, dan Brian. Hanya Shane dan
Mark yang masih pulas tertidur. Ninja – Ninja itu menutup wajah para personil
Westlife dengan kain berwarna hitam lalu membawa mereka masuk kedalam mobil.
Karena Shane dan Mark masih tertidur, mereka berdua terpaksa di angkat menuju
kedalam mobil. Saat sedang menganggkat Mark, salah seorang ninja tidak sengaja
membuat Mark terjatuh. Anehnya, Mark masih tertidur pulas.
Basecamp
The Skippers.
6
orang yang tadi menculik personil Westlife mendatangi basecamp The Skippers.
Mereka melakukan hal yang sama pada The Skipper. Sayangnya, saat sedang mencoba
mengikat Jay, Jay terbangun. Jay melawan mereka dengan jurus karatenya. Ninja –
ninja itu pun kewalahan menghadapi Jay. Mereka akhirnya harus menyerang Jay
bersama – sama.
BEBERAPA
JAM KEMUDIAN DI SEBUAH PULAU TERPENCIL
Personil
Westlife dan The Skippers ditempatkan dalam satu ruangan. Mereka masih mengunakan
kain penutup kepala. Saat penutup kepala mereka dibuka, semua, kecuali Mark dan
Shane yang masih tertidur, kaget. Didepan mereka, Jade dan Heeseung sedang
berdiri bersama seorang yang tidak mereka kenal.
“Aduh,
kebiasaan nih dua makhluk.” Kata Jade kesal.
Jade
lalu mengambil ember yang berisi air, lalu menyiramkannya pada Shane dan Mark.
Mereka berdua langsung bangun.
“Kok
gue basah?! Siapa yang berani ngiket gue?!” teriak Shane kaget.
“Hai
Jade! Dua pagi berturut – turut lu adalah orang pertama yang gue liat! Jangan –
jangan kita jodoh??” kata Mark.
Jade
langsung menutup wajah Mark dengan ember yang masih dipegangnya.
“Riseung,
kenapa kita pada diculik?? Jangan – jangan kita mau dijual lagi?? Eomma, appa
hyung nappeun. Masa dongsaenginya yang aegyo nan kyeopta mau dijual (Mama…
Hyung jahat, masa dongsaengnya yang lucu dan imut ini mau dijual)!!! Huaaaaa…
dowajuseyo… (tolong…)” teriak Heejun.
Cory,
Colton, Phillip, dan Jay mencoba menutup telinga mereka dengan bahu karena
tangan mereka terikat. Nicky, Brian, dan Kian melakukan hal yang sama.
Sedangkan Mark malah bersenandung dari dalam ember. Shane terlihat kesal.
“WOI,
BISA DIEM GA SIH LU?!?! Dasar cina!!” teriak Shane pada Heejun.
“Naneun
cina animnida, nanaeun hanguk imnida (gue bukan orng cina, tapi orang korea)”
“WOI,GUE
BILANG DIEM YA DIEM!! UDAH TERIAK – TERIAK, PAKE BAHASA GA JELAS LAGI!!” Shane
tambah marah.
“…”
Heejun terdiam ketakutan.
“Hehehe,
emang enak tuh bocah! Ga tau dia kalo Shane baru bangun tidur itu kerjanya
marah – marah” bisik Nicky pada Brian dan Kian yang ada disebelahnya.
“Shane
kalo bangun tidur ngamuknya bisa ngelebihin Hulk!” Kian berbisik
“Puas
banget Nicky kayaknya” Brian juga berbisik.
Salah
seorang maju kedepan mereka.
“Pagi,
kalian pasti semua kaget karena tiba – tiba ada ditempat ini. Gue Ryan
Seacrets, host reality show Boyband vs. Bandboy,. Kalian ada disini karena
Westlife dan The Skippers terpilih ikut dalam acara ini.”
“Loh,
kok kita yang terpilih??” Tanya Colton bingung.
“Soalnya,
personil Westlife semua bisa main alat music dan personil The Skippers semua
bisa nyanyi.” Ryan menjelaskan.
“Terus
hubungannya?!” Tanya Jay bingung.
“Nanti
kalian juga tau.” Jawab Jade.
“Sekarang
ita lagi ada di pulau yang Cuma ada resort ini, dibelakang resort ada hutan,
didepan ada pantai. Disini juga ada lapangan futsal.” Ryan menjelaskan
Tiba
– tiba masuk Karen, dan seorang lagi.
“Ini
Karen Jung, koreografer dan stylish, dan ini Matthew Morrison, vocal coach
kalian.” Kata Heeseung.
“Weks,
Mr. Matt?!” Cory kaget.
“Kenapa
kaget lu??” Tanya Colton.
“Itu
guru kita berdua, bertiga sama Heeseung, pas SMA!!” jawab Jay.
“What?!”
Phillip dan Colton kaget.
Matthew
lalu melihat kearah Cory. Lalu ia kaget.
“Aduh,
kenapa kamu ga bilang kalau ada dia?!” Matthew berbisik pada Heeseung.
“Hehehehe,
surprise!” kata Heeseung sambil tersenyum lebar.
“Heh,
udah jangan dibahas dulu.” Kata Ryan.
“Ngomong
– ngomong kita kapan dilepasnya ini??” Tanya Kian.
Setelah
Westlife dan The Skippers dilepas
Westlife
dan the Skippers menganti baju mereka. Sementara Jade dan Heeseung meeting
dengan kru, mereka berkeliling di sekitar Resort. Nicky berkeliling sambil
membuka twitternya lewat HP.
On
Twitter:
@nickybyrneoffic:
Yes, akhirnya ada juga yang ngebales dendam gue!! @ShaneFilan79
#ReverangeStartedByShane #ThankYouShane #ShaneIsMyHero
@ShaneFilan79:
@nickybyrneoffic SIAPA LU?!?!
@nickybryneoffic:
*hening* #ShaneStillMyHero RT@ShaneFilan79: @nickybyrneoffic SIAPA LU?!?!
Back
to “Normal” world
Phillip,
Cory, Jay, Heejun dan Colton berkeliling bersama. Phillip dan Colton berjalan
didepan. Jay dan Cory dibelakang mereka. Sedangkan Heejun agak jauh dibelakang.
“Gue
masih penasaran, tadi yang lu bilang guru lu, Cory sama Heeseung, kok kaget
banget liat Cory?!” Tanya Phillip penasaran.
“Tapi
kalo gue bilang bukan kaget, tapi cenderung takut, serem sama panic yang
digabung jadi satu.” Colton menambahkan.
“Itu…”
Belum
sempat Jay menjawab, Cory sudah menutup mulut Jay.
“Itu
gara – gara pas SMA, Cory itu anak ekskul kesenian gitu. Pas lagi latihan
nyanyi pake koreo, tangan Cory kena hidungnya Lea sampai patah. Seminggu
kemudian, gantian korbannya si Mr. Matthew, matanya bonyok!” Heejun dari
belakang berteriak.
“Hahahahahahahahhaha…”
Phillip dan Colton tertawa bersama.
“Aduh,
gue lupa! Tuh bocah juga tau ceritanya! Apes… apes…” kata Cory.
“Eh,
tunggu! Lea yang Heejun maksud itu, Lea Michele, cewenya Cory?!” Tanya Colton.
“Iya,
Lea yang mana lagi!” jawab Jay.
“Hahaha,
kok masih mau ya sama orang yang matahin hidungnya?!” kata Phillip.
“Lea
itu sebenernya sukanya ma Heeseung. Cuma berhubung Heeseung kerjanya belajar
terus, makanya Lea jadian sama Cory. Eh, keterusan sampai 6 tahun.” Jelas Jay.
“Tadinya
Lea sebenernya sukanya sama gue, soalnya gue itu mirip sama Riseung, cakepnya,
pinternya, baiknya, semuanya. Cuma, gue itu masih SMP, jadi gue tolak deh dia!
Akhirnya jadi milih Cory dia. Hahahaha…” sambung Heejun.
“Gue
aja sampai sekarang belum yakin lu itu adiknya Heeseung!” kata Cory datar.
“Hahahahahaha…”
Phillip, Jay, dan Colton tertawa.
“Masa
masih diragukan sih kalo gue adiknya Riseung?! Liat muka mirip begini?!” kata
Heejun sedikit kesal.
“bukan
masalah miripnya, tapi muka lu lebih cocok jadi kakaknya heeseung, daripada
adiknya! Hahaha…” kata Jay.

No comments:
Post a Comment